LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

DPR nilai jelek kinerja anggaran 2015, Sri Mulyani mengamini

"Defisit anggaran pada 2015 lalu mencapai Rp 298,5 triliun."

2016-08-25 14:33:51
DPR
Advertisement

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengamini penilaian Dewan Perwakilan Rakyat bahwa kinerja pemerintah secara keseluruhan pada tahun lalu tak capai target.

"Setuju saja" katanya usai menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI terkait pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2015, Jakarta, Kamis (25/8).

Adapun kegagalan pencapaian target terjadi pada penerimaan negara yang hanya sebesar Rp 1.508 triliun. Itu 85,6 persen dari target. Di mana, penerimaan pajak hanya mencapai Rp 1.240,4 triliun (83 persen).

Advertisement

Sementara, Penerimaan Negara Bukan Pajak hanya mencapai Rp 255,6 triliun (90 persen). Hanya, penerimaan hibah yang mencapai Rp 12 triliun atau 361,5 persen dari target.

Di sisi lain, belanja negara mencapai Rp 1.806,5 triliun (91 persen). Terdiri dari belanja pemerintah sebesar Rp 1.183,33 triliun, dan transfer ke daerah Rp 623,1 triliun.

"Sehingga defisit anggaran pada tahun 2015 lalu mencapai Rp 298,5 triliun," ucap Wakil Ketua Banggar Jazilul Fawaid.

Advertisement

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Marwanto Harjowiryono beralasan penambahan proyek infrastruktur menjadi faktor penghambat pencapaian target APBN 2015.

"Selain itu, juga karena perubahan nomenklatur di kementerian dan lembaga (K/L) yang berimbas pada keterlambatan pengadaan barang dan jasa. Juga karena ada masalah dalam pembebasan lahan."

Baca juga:
Sri Mulyani tunda penyaluran dana Rp 19,4 triliun untuk 169 daerah
Koreksi pemerintah, DPR gulirkan wacana RAPBN tandingan
KPK soal serapan APBN: Kalau anggaran benar kenapa harus takut?
BI soal pelemahan Rupiah: Masih normal, tak perlu dikhawatirkan
BI sindir perbankan masih 'malas' lakukan transaksi repo

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.