Dorong Ekonomi Hijau, DPR Minta Insentif untuk Daerah Pro-Lingkungan
Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengapresiasi keberhasilan Indonesia dalam menjaga fundamental ekonomi.
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik dan dinamika ekonomi global. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VII bersama Menteri Perindustrian yang digelar di Gedung Nusantara, Senayan, Rabu (2/6).
Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengapresiasi keberhasilan Indonesia dalam menjaga fundamental ekonomi yang kuat, khususnya melalui pendekatan berbasis ekonomi kerakyatan.
Namun, ia juga menyoroti tantangan serius dalam menarik dan mempertahankan investasi di dalam negeri. Salah satu isu utama yang disampaikan adalah maraknya intervensi dari kelompok tertentu, seperti praktik premanisme dan tekanan dari organisasi masyarakat atau LSM yang dinilai bisa mengganggu iklim investasi.
“Banyak investasi yang masuk, tetapi kemudian tidak berlanjut karena maraknya isu-isu seperti pemalakan, premanisme, dan intervensi dari ormas-ormas atau LSM dengan kepentingan tertentu,” ungkap Novita dalam forum tersebut.
Ia pun mendesak pemerintah untuk hadir secara nyata dalam menjamin keamanan investasi agar bisa berkelanjutan dan memberikan dampak luas bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Negara harus menjamin iklim investasi yang aman, bukan hanya menguntungkan segelintir pihak, tapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Sebagai satu-satunya legislator perempuan dari Dapil Jawa Timur VII, Novita juga mendorong Kementerian Perindustrian untuk lebih fokus dalam menghadapi potensi krisis energi global. Ia menyarankan agar pemerintah memberi insentif kepada daerah yang konsisten membangun ekosistem industri hijau, guna memicu pertumbuhan investasi hijau dari tingkat lokal.
Novita berharap kebijakan industri yang diambil dapat memperkuat daya saing nasional, memperluas pasar ekspor, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah tantangan global yang terus berkembang.