LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dolar masih perkasa, Rupiah ditutup melemah di Rp 13.640 per USD

Rupiah sempat menyentuh level terendahnya di Rp 13.654 per USD yaitu pukul 10.10 WIB.

2016-05-30 18:30:32
Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin (30/5). Rupiah ditutup di level Rp 13.640 atau melemah 53 poin (0,39 persen) dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.587 per USD.

Mengutip data Bloomberg, sepanjang perdagangan, Rupiah bergerak melemah di level Rp 13.600-an per USD. Rupiah sempat menyentuh level terendahnya di Rp 13.654 per USD yaitu pukul 10.10 WIB.

Tak hanya Rupiah, nilai tukar Yuan China juga melemah terhadap USD hari ini. Yuan melemah 294 poin ke level 6,5784 Yuan per USD. Nilai tukar ini merupakan terendah sejak Februari 2011, seperti dilaporkan Xinhua News Agency.

Advertisement

Nilai tukar USD terus menguat setelah pernyataan Gubernur bank sentral Amerika, Jannet Yellen yang mengatakan bahwa kemungkinan akan ada kenaikan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan ke depan.

Setelah pernyataan ini, nilai tukar USD langsung menguat terhadap mata uang utama lainnya.

Menteri Keuangan Bambang, Brodjonegoro mengatakan, setidaknya ada dua faktor yang membuat Rupiah bergerak melemah. Pertama adalah spekulasi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan kembali menaikkan suku bunga pada Juni nanti.

Advertisement

"Satu memang ada spekulasi bahwa The Fed mungkin menaikkan tingkat bunga sekitar Juni atau Juli. Naiknya 2 kali dalam setahun ini. Itu yang menjadi kemungkinan bahan spekulasi," ucap Bambang di Jakarta, Minggu (29/5).

Kenaikan suku bunga The Fed akan menarik dolar keluar dari negara berkembang sehingga nilai tukar akan melemah.

Faktor kedua yang menyebabkan Rupiah melemah adalah karena tingginya kebutuhan dalam negeri. "Karena perusahaan asing bayar dividen pasti ada kebutuhan dolar."

Menkeu membantah kalau pelemahan USD terjadi karena maraknya dana asing keluar dari Indonesia. "Itu (yang di bursa saham) biasa keluar masuk," tutupnya.

Baca juga:
Peningkatan produksi rokok RI tak ada dalam RPJMN 2019
Pemerintah batasi 185 pengunjung bisa naiki Candi Borobudur
PLN hapus proyek kabel bawah laut di proyek 35.000 MW
Pemerintah Jokowi-JK siapkan Rp 4,65 T beli puluhan kapal tol laut
Hati-hati, lama istirahat mudik di rest area kena denda Rp 500.000
Bos PLN akui tertarik kembangkan energi listrik dari nuklir
Menteri Susi bongkar praktik curang bawahannya gunakan anggaran

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.