Menteri Susi bongkar praktik curang bawahannya gunakan anggaran
Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengaku masih menemukan praktik-praktik curang dalam menggunakan anggaran di kementeriannya. Tindakan ini menjadi salah satu penyebab defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Salah satu temuan Susi adalah membeli barang kebutuhan dengan harga di atas pasaran.
"Menaikkan nilai pengadaan barang dari harga standar-nya, masih banyak ini. Tidak boleh lagi dengan APBN membeli atau belanjakan barang dengan harga 3-4 kali lipat dari kenyataan di pasar, itu tidak boleh lagi," kata Susi di kantornya, Jakarta, Senin (30/5).
Susi mengingatkan agar praktik korupsi bawahannya segera dihentikan. Menurutnya, ini bisa jadi budaya buruk yang mengakibatkan beban masyarakat dalam membayar utang negara karena defisit anggaran tadi.
"Apabila ini terus dilakukan, Indonesia akan terus menambah defisit dari APBN-nya. Penambahan defisit ini mengakibatkan utang negara semakin tinggi. Apabila utang negara makin tinggi, saya pastikan kewajiban warga negara juga makin tinggi," tuturnya.
Susi menegaskan pejabat-pejabat daerah serta KKP untuk bersama-sama mengubah mental dalam melaksanakan tanggung jawab. Dengan landasan revolusi mental, budaya koruptif tentu saja dapat dihilangkan dalam penyerapan anggaran negara.
"Revolusi mental yang dicanangkan oleh pemerintah harus dilaksanakan dengan perubahan. Revolusi tidak terjadi tanpa perubahan. Perubahan dalam penggunaan anggaran lebih ditingkatkan efisiennya. Saya minta kepada seluruh bupati, kepala dinas, eselon I, eselon II, staf karyawan KKP untuk bersama memastikan anggaran efisien,"
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya