DIY Siapkan Talenta Muda untuk Regenerasi Pembatik: Dorong Ekonomi Kreatif Berkelanjutan
Dinas Pariwisata DIY berupaya menyiapkan talenta baru guna mendukung regenerasi pembatik, menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inovatif dan berkelanjutan.
Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah fokus pada inisiatif strategis untuk memastikan keberlangsungan industri batik lokal. Program ini bertujuan menyiapkan talenta baru, khususnya generasi muda, agar mampu berkarya di bidang ekonomi kreatif dan mendukung regenerasi pembatik di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY, Iwan Pramana, menegaskan pentingnya langkah ini. Menurutnya, meskipun industri batik di DIY sudah sangat mapan, kebutuhan akan regenerasi menjadi kewajiban untuk menjaga eksistensi dan inovasinya di masa depan.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah melalui pemberian pelatihan serta sertifikasi profesi. Program ini menyasar tidak hanya para pelaku industri batik, tetapi juga pelajar SMK dan guru, bekerja sama dengan Balai Besar Kerajinan Batik Kementerian Perindustrian.
Membangun Ekosistem Ekonomi Kreatif melalui Pelatihan Berkelanjutan
Inisiatif pengembangan talenta baru di sektor kriya batik ini merupakan bagian integral dari Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif secara nasional. Dinas Pariwisata DIY memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan inovatif.
Pelatihan dan sertifikasi ini dirancang untuk menciptakan SDM-SDM yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga mampu berinovasi. Harapannya, hal ini akan menjamin keberlanjutan sektor ekonomi kreatif di DIY dalam jangka panjang, khususnya industri batik.
Pengembangan ekosistem industri batik yang komprehensif menjadi target utama. Ini mencakup berbagai pilar penting, mulai dari riset, pengembangan SDM, strategi pemasaran, hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi para pelaku industri.
Inovasi Motif dan Pewarna Alami untuk Daya Saing Global
Dengan hadirnya talenta-talenta baru, industri batik DIY diharapkan dapat semakin berkembang pesat. Pengembangan motif dan desain menjadi salah satu area yang akan diperkaya, menggabungkan keindahan motif klasik dengan sentuhan modern dari ide-ide segar generasi muda.
Selain itu, penggunaan pewarna alam juga menjadi fokus penting untuk meningkatkan daya saing batik DIY di pasar global. Iwan Pramana menyoroti bahwa permintaan pasar luar negeri cenderung mengutamakan produk dengan pewarna alami dibandingkan sintetis yang masih banyak digunakan saat ini.
Diversifikasi rancangan motif batik akan memperkaya khazanah batik DIY. Kolaborasi antara desain yang sudah baku dengan rancangan-rancangan baru dari anak-anak muda akan menghasilkan produk batik yang unik dan relevan dengan tren masa kini, sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional.
Sumber: AntaraNews