Disbun Sumsel Targetkan 3.600 Hektare untuk Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada 2026
Disbun Sumsel targetkan 3.600 hektare untuk Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada 2026, tersebar di delapan kabupaten guna tingkatkan produktivitas sawit rakyat.
Dinas Perkebunan Sumatera Selatan (Disbun Sumsel) telah menetapkan target signifikan untuk Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada tahun 2026. Program ini bertujuan meremajakan perkebunan kelapa sawit milik rakyat. Tujuannya guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. Target ambisius tersebut mencakup luasan 3.600 hektare yang akan tersebar di delapan kabupaten di Sumatera Selatan.
Pengumuman target ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Ichwansyah, di Palembang pada Senin, 21 April. Penetapan target ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah. Hal ini untuk mendukung sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi tulang punggung ekonomi Sumatera Selatan. Program PSR diharapkan dapat mengatasi masalah pohon sawit tua dan tidak produktif.
Distribusi alokasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahun 2026 ini akan bervariasi di setiap daerah. Beberapa kabupaten akan menerima porsi terbesar dari total target yang ditetapkan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Disbun Sumsel dalam mempercepat peremajaan sawit rakyat. Hal ini krusial untuk menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit di provinsi tersebut. Fokus pada delapan kabupaten ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang merata dan signifikan.
Target Ambisius Program PSR 2026 di Sumatera Selatan
Dinas Perkebunan Sumatera Selatan (Disbun Sumsel) telah mengalokasikan target seluas 3.600 hektare untuk Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada tahun 2026. Alokasi ini akan didistribusikan secara strategis ke delapan kabupaten yang memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang luas. Ichwansyah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, menjelaskan bahwa alokasi ini dirancang untuk memaksimalkan dampak program di seluruh wilayah.
Dua kabupaten mendapatkan alokasi terbesar dalam program PSR tahun 2026 ini. "Alokasi terbesar berada di Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, masing-masing 1.000 hektare," katanya. Ini menunjukkan fokus pada daerah-daerah dengan luasan perkebunan sawit rakyat yang signifikan dan kebutuhan peremajaan yang tinggi. Kedua kabupaten ini diharapkan menjadi motor penggerak keberhasilan program.
Selain itu, beberapa kabupaten lain juga menerima alokasi yang substansial. Program PSR dialokasikan masing-masing 300 hektare di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Muara Enim, dan Musi Rawas Utara. Sementara itu, Kabupaten Musi Rawas mendapatkan 150 hektare dan Kabupaten Lahat memperoleh 250 hektare. Pembagian ini mencerminkan upaya Disbun Sumsel untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan produktivitas perkebunan di berbagai daerah.
Realisasi PSR Periode 2017-2025 dan Tantangannya
Sejak tahun 2017 hingga 2025, total rekomendasi teknis Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Sumatera Selatan telah mencapai 75.016 hektare. Angka ini menunjukkan skala besar program yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Namun, dari jumlah tersebut, terdapat catatan penting mengenai dinamika pelaksanaan di lapangan.
Data menunjukkan bahwa sebanyak 1.884 hektare lahan telah mengundurkan diri dari program PSR, mengindikasikan adanya kendala atau perubahan keputusan dari para petani. Meskipun demikian, sebagian besar lahan telah melalui tahapan penting dalam proses peremajaan. Seluas 67.395 hektare telah melewati proses tumbang dan pencacahan (chipping), yang merupakan langkah awal sebelum penanaman kembali.
Dari lahan yang telah di-chipping, sebanyak 66.015 hektare sudah berhasil ditanam kembali dengan bibit sawit unggul. Namun, masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. "Masih terdapat 1.380 hektare yang sudah di-chipping tetapi belum ditanam," jelas Ichwansyah. Area ini memerlukan perhatian lebih lanjut agar proses peremajaan dapat tuntas dan memberikan manfaat maksimal bagi petani.
Sebaran Wilayah dan Capaian Tahunan Program PSR
Realisasi rekomendasi teknis Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Sumatera Selatan periode 2017-2025 menunjukkan sebaran yang signifikan di berbagai wilayah. Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi yang terbesar dengan realisasi mencapai 37.074 hektare, menunjukkan peran sentral daerah ini dalam program PSR. Disusul oleh Musi Banyuasin dengan 21.665 hektare dan Muara Enim sebesar 6.389 hektare.
Beberapa kabupaten lain juga memberikan kontribusi penting dalam realisasi PSR. Musi Rawas mencatatkan 2.561 hektare, Banyuasin 1.988 hektare, Ogan Komering Ulu 1.950 hektare, Lahat 1.913 hektare, dan Musi Rawas Utara 999 hektare. Bahkan Kota Prabumulih turut serta dengan 473 hektare, menunjukkan bahwa program ini menjangkau berbagai jenis wilayah di Sumatera Selatan.
Capaian PSR juga bervariasi setiap tahunnya, mencerminkan fluktuasi dalam partisipasi dan pelaksanaan program. Berikut adalah rincian realisasi PSR per tahun:
Data ini menunjukkan bahwa program PSR telah berjalan secara konsisten selama bertahun-tahun, dengan puncak realisasi pada tahun 2019. Meskipun ada fluktuasi, komitmen untuk terus meremajakan perkebunan sawit rakyat tetap menjadi prioritas bagi Dinas Perkebunan Sumatera Selatan.
Sumber: AntaraNews