Diperintah Jokowi, Menteri Andrinof putar otak percepat pembangunan
"Pemerintah akan membuat kebijakan baru," ucap Andrinof.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional(Bappenas), Andrinof A Chaniago mengaku sedang mencari cara agar seluruh proyek pembangunan bisa terealisasi tepat waktu. Andrinof harus putar otak karena hal ini langsung diperintah Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Andrinof mengatakan, Jokowi memerintahkan agar pihaknya menyiapkan aturan tentang pelaksanaan proyek yang dilakukan satu tahun sebelum realisasi atau tahun anggaran proyek tersebut. Ini dilakukan lantaran banyak investor yang terkendala masalah ketika proyek mulai berjalan.
"Pemerintah akan membuat kebijakan baru, semua pelaksanaan studi atau lainnya harus sudah selesai setahun sebelum tahun anggaran," kata Andrinof di Jakarta, Senin (27/7).
Dia menuturkan, para investor maupun mitra kerja bakal melihat studi kelayakan atau feasibility study (FS) sebelum melakukan pembiayaan. Untuk itu, pihaknya bakal memperkuat posisi sebagai pembuat rencana, dengan menggandeng Badan Informasi Geospasial (BIG), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Selama ini Bappenas sebetulnya sudah melibatkan lembaga lain seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menyusun perencanaan.
"Jadi di tahun anggaran tidak ada lagi bicara bikin FS dan lainnya. Banyak proyek yang didanai pihak lain, kerap ragu dan tersangkut karena belum ada FS-nya," ujarnya.
Andrinof menambahkan, Bappenas nantinya berperan sebagai koordinator untuk memastikannya rampung setahun sebelum pengerjaan proyek. Dengan adanya tugas baru tersebut, Bappenas mendapatkan anggaran dari APBN Rp 1 triliun.
"Anggaran itu untuk ribuan proyek. Nantinya, dipakai untuk kawasan industri, pembangunan pelabuhan dan proyek kereta api," terangnya.
Baca juga:
Hambat pembangunan, pemerintah siapkan jurus berangus mafia tanah
Bendungan raksasa di perbatasan Jateng dan Jabar dibangun 2016
Presiden Jokowi targetkan tol ruas Solo-Sragen selesai akhir 2016
Indonesia defisit 125.000 insinyur, celah diisi tenaga kerja asing
Blusukan ke NTT, Jokowi cuma mau cek bendungan dikerjakan atau tidak