Di Kalsel, Bank Indonesia Perkenalkan QRIS Lewat Aplikasi e-Klotok
Adapun penerapan QRIS di Kalsel sendiri ditunjang dengan adanya e-Klotok, sebuah aplikasi sarana pembayaran elektronik yang diluncurkan oleh BI bersama para bank Himbara pada Mei 2019 lalu.
Bank Indonesia (BI) terus mensosialisasikan sistem Quick Response Indonesia Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital milik pemerintah di seluruh pelosok Tanah Air.
Seperti yang dilakukan di Kalimantan Selatan (Kalsel), bank sentral mencoba memperkenalkan QRIS melalui sebuah aplikasi bernama e-Klotok.
Dalam kunjungannya ke Kalsel, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi mengatakan, penerapan QRIS di daerah tersebut merupakan salah satu pengukuhan bahwa Kalsel telah siap menyongsong era ekonomi digital sebagai salah satu sumber pertumbuhannya.
"Diharapkan ke depannya, metode pembayaran menggunakan QRIS dapat terus berkembang di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan. Hal ini tentunya dapat memberikan dampak baik terhadap perkembangan ekonomi melalui ekonomi digital," tuturnya di pasar terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Kalsel, Jumat (13/9).
Rosmaya menegaskan bahwa adanya sinergitas potensi pariwisata antara pemerintah pusat dan daerah di Kalsel tentunya merupakan pertanda baik bagi pertumbuhan ekonomi setempat.
Adapun penerapan QRIS di Kalsel sendiri ditunjang dengan adanya e-Klotok, sebuah aplikasi sarana pembayaran elektronik yang diluncurkan oleh BI bersama para bank Himbara pada Mei 2019 lalu.
Ini merupakan sebuah aplikasi yang dibuat untuk tujuan pariwisata dengan menyusuri sungai menggunakan perahu tradisional khas Banjar, klotok. Meski telah diluncurkan, pemakaian e-Klotok baru bisa berlaku efektif beriringan dengan QRIS pada 1 Januari 2020.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
KEIN Nilai Bank Indonesia Masih Akan Turunkan Suku Bunga Acuan
Upaya Bank Sentral Jadikan Indonesia Pemain Utama Industri Halal Dunia
BI Ingatkan Indonesia Saat ini Hanya Menjadi Pasar Produk Halal Dunia
Bank Indonesia Catat Praktik Penukaran Uang Ilegal Turun Menjadi 23 dari 751 di 2017
Lewat Festival Ekonomi Syariah 2019, BI Bidik Potensi Kerjasama Rp1,4 Triliun
BI Dorong Santri Ikut Kembangkan Ekonomi Digital