Data belum lengkap, Menhub Jonan tahan izin pembangunan kereta cepat
"Kita itu sedang mengatur agar perizinannya keluar, ini tidak dipersulit."
Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan mengakui izin pembangunan mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga saat ini masih belum dikeluarkan. Alasannya, masih ada dokumen yang belum dilengkapi oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Meski demikian, Jonan mendukung penuh proyek kereta cepat dan pihak KCIC juga sudah aktif melengkapi dokumen yang belum lengkap.
"Mereka sudah pro aktif, dirutnya KCIC kan juga orang Kementerian Perhubungan kalau enggak salah. Ya sudah pasti pro aktif lah. Perhubungan itu pasti mendukung pengoperasian ini," ujar Jonan usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (25/2).
"Kita itu sedang mengatur agar perizinannya keluar, ini tidak dipersulit," tambahnya.
Jonan menyebut izin pembangunan kereta cepat tidak bisa dilakukan dengan cepat. Alasannya, ada hal-hal yang perlu di evaluasi dengan data yang lengkap secara bersama, termasuk risikonya.
Kendati demikian, dirinya masih belum bisa memastikan kapan izin pembangunan bisa dikeluarkan. "Ya tidak tahu, datanya masih banyak yang belum lengkap. Kalau datanya siap, cepat kok harusnya," tandasnya.
Baca juga:
Menteri Jonan dan bawahannya beda pendapat soal lahan kereta cepat
Demi kereta cepat, Purwakarta siap tutup tambang dengan persyaratan
Bos KCIC sebut proyek kereta cepat tak hasilkan keuntungan
Jalur kereta cepat buat warga Purwakarta kehilangan mata pencaharian
Soal kereta cepat, HIPMI nilai Jepang masih kecewa berat
'Pak Deddy dilarang meninggal sebelum proyek kereta cepat rampung'
Di samping proyek kereta cepat, Bandung Barat ingin simpang susun