Danantara Targetkan Perluasan Kampung Haji Dekat Masjidil Haram untuk Jemaah Indonesia
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) berencana memperluas proyek Kampung Haji Danantara di Makkah, Arab Saudi, dengan membeli lahan strategis 600 meter dari Masjidil Haram.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan fasilitas terbaik bagi jemaah haji dan umrah asal Tanah Air. Perusahaan ini menargetkan perluasan signifikan pada proyek strategisnya, Kampung Haji Danantara, yang berlokasi di Makkah, Arab Saudi. Langkah ekspansi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas akomodasi secara substansial.
Rencana perluasan tersebut mencakup akuisisi lahan baru yang sangat strategis, hanya berjarak sekitar 600 meter dari Masjidil Haram, pusat ibadah umat Islam. Pembelian lahan ini merupakan kelanjutan dari investasi sebelumnya yang telah dilakukan Danantara di kawasan Thakher City, yang berjarak 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.
Pengembangan proyek Kampung Haji Danantara ini diumumkan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta. Inisiatif ini menegaskan keseriusan Danantara dalam mendukung kelancaran ibadah jemaah Indonesia di Tanah Suci dengan fasilitas modern dan akses yang mudah.
Perluasan Strategis Dekat Masjidil Haram
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa langkah selanjutnya perusahaan adalah mengakuisisi lahan yang lokasinya sangat dekat dengan Masjidil Haram. "Next-nya yang akan kita lakukan pembelian lahan kurang lebih jaraknya adalah 600 meter dari Masjidil Haram," ungkap Rosan dalam paparannya.
Selain rencana pembelian lahan baru, Rosan juga mengungkapkan bahwa proyek Kampung Haji Danantara akan dilengkapi dengan terowongan penghubung. Meskipun detail mengenai konektivitas terowongan tersebut belum dirinci, fasilitas ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas jemaah. "Ada terowongan langsung, dan ini yang sudah kita lakukan pembelian hotel maupun lahan di Kampung Haji," tambahnya.
Perluasan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Danantara untuk menciptakan ekosistem haji yang terintegrasi. Dengan lokasi yang semakin dekat, jemaah diharapkan dapat merasakan kenyamanan dan kemudahan akses menuju tempat-tempat suci.
Pembangunan 13 Gedung dan Kapasitas Jemaah
Dalam kawasan Kampung Haji Danantara, Danantara berencana membangun total 13 gedung modern untuk menampung jemaah haji dan umrah Indonesia. Pembangunan ini akan secara signifikan meningkatkan kapasitas akomodasi yang tersedia. "Ini penandatanganan pada 14 Desember (2025) lalu, dan ini denah yang akan kita bangun, 13 tower yang akan kita bangun di wilayah itu," ujar Rosan.
Sebelumnya, Danantara Indonesia telah melaporkan progres pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) di Makkah, dengan kawasan Thakher sebagai fondasi awal yang telah berjalan. Kawasan Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah dan telah beroperasi dengan sekitar 4,4 hektare lahan pengembangan.
Fasilitas di Thakher City saat ini memiliki sekitar 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara, serta kurang lebih 14 plot lahan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan. Area ini juga akan mencakup pusat komersial dan ritel untuk memenuhi kebutuhan jemaah.
Target Akomodasi 10 Persen Jemaah Haji Indonesia
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa pengembangan ini dirancang untuk mencapai kapasitas yang besar. "Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah," ujarnya.
Target kapasitas ini diperkirakan dapat mengakomodasi sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya. Dengan demikian, proyek Kampung Haji Danantara akan memainkan peran krusial dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat Indonesia.
Investasi Danantara di Makkah ini tidak hanya berfokus pada akomodasi, tetapi juga pada penyediaan fasilitas pendukung yang komprehensif. Hal ini bertujuan untuk memastikan pengalaman ibadah yang nyaman, aman, dan berkesan bagi seluruh jemaah.
Sumber: AntaraNews