Dalam catatan Bulog, 421.000 ton beras impor sudah masuk gudang
"Masih ada sisa 79.000 ton itu kan belum masuk gudang. Sebenarnya, kalau pencatatan kepabeanan akhir Maret sudah selesai semua (impor). Cuma waktu pencatatan di Bulog kan tergantung kapan masuk gudang. Jadi amanlah."
Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mencatat beras impor yang telah masuk ke gudang Bulog sebesar 421.000 ton dari target 500.000 ton.
"Masih ada sisa 79.000 ton itu kan belum masuk gudang. Sebenarnya, kalau pencatatan kepabeanan akhir Maret sudah selesai semua (impor). Cuma waktu pencatatan di Bulog kan tergantung kapan masuk gudang. Jadi amanlah," ucap Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti di Jakarta, Rabu (11/4).
Djarot sendiri telah menerima surat persetujuan penyaluran beras impor dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Untuk itu, Bulog akan segera menindaklanjuti dengan menyiapkan teknis operasional dalam satu hingga dua hari ke depan.
"Mungkin sudah diputuskan oleh Pak Mendag karena beras itu kan menjadi cadangan pemerintah. Kalau bicara cadangan beras pemerintah, maka kewenangannya di Pak Mendag. Atas kewenangan itu saya lihat kemarin sudah membuatkan surat artinya kami tinggal mempersiapkan teknis operasional 1 sampai 2 hari," katanya.
Djarot mengatakan, surat persetujuan mengenai penyaluran beras impor belum mencantumkan jumlah kuota beras yang akan disalurkan termasuk harga beras yang ditetapkan nantinya. Hal ini kemudian, akan ditetapkan kembali usai Bulog melaporkan kesiapan penyaluran beras kepada Kementerian Perdagangan.
"Sementara surat Mendag belum bicara tonase (jumlah beras) sehingga nanti telah skema operasionalnya kami siapkan. Kami akan lapor ke Mendag berapa banyak, karena yang menghitung berapa harga dia," jelasnya.
Baca juga:
Mendag Enggar ungkap baru 281.000 ton beras impor dari kuota 500.000 masuk Indonesia
Stabilkan harga jelang Lebaran, Bulog gelontorkan 400.000 ton beras
219.000 Ton beras impor asal 4 negara masuk sampai Mei
Beras impor siap dikeluarkan untuk stabilisasi harga jelang Ramadan
10.000 ton beras impor kembali masuk Sumut