Daftar Terbaru Forbes: Kekayaan Hary Tanoe Anjlok Rp65 Triliun
Hary Tanoesoedibjo memulai bisnis medianya segera setelah lulus kuliah. Saat ini, dia masih memiliki 62 stasiun TV, 4 stasiun radio, dan sebuah surat kabar.
Salah satu pengusaha kaya di Indonesia, Hary Tanoesoedibjo harus rela kehilangan harta USD 4 miliar atau sekitar Rp65 triliun di tahun 2025 ini. Kekayaan Hary Tanoe sapaan akrabnya kini tercatat hanya USD 1,1 miliar atau turun dibanding tahun 2022 lalu yang mencapai USD 1,5 miliar.
Data ini dikutip dari daftar orang terkaya terbaru yang dikeluarkan Forbes per April 2025. Hary Tanoe saat ini bertengger di peringkat 2.790 orang terkaya dunia.
Hary Tanoesoedibjo memulai bisnis medianya segera setelah lulus kuliah. Saat ini, dia masih memiliki 62 stasiun TV, 4 stasiun radio, dan sebuah surat kabar.
Dia mengundurkan diri sebagai CEO Media Nusantara Citra (MNC), yang memiliki empat stasiun TV nasional, pada tahun 2016 untuk fokus pada politik.
Pada tahun 2023, MNC Land miliknya yang terdaftar akan membuka Lido Music & Arts Center di Jakarta sebagai bagian dari proyek Lido City, yang akan menampilkan lapangan golf dan resor bermerek Trump.
MNC Land juga sedang membangun resor golf bermerek Trump lainnya di Bali.
Putrinya, Angela, yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, menjadi co-CEO MNC Group pada bulan Oktober 2024.
Perempuan Paling Kaya di Indonesia
Forbes kembali merilis daftar orang paling kaya di dunia, termasuk di Indonesia. Dalam daftar terbaru ini, sejumlah nama lama masih mendominasi, namun posisi mereka mengalami pergeseran menarik. Seperti Low Tuck Kwong, raja batu bara ini jarang menduduki peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia. Namun, pada edisi Mei 2025, pendiri Bayan Resources itu menjadi orang paling kaya di Indonesia.
Namun ada yang menarik dalam daftar Forbes ini. Ada nama perempuan yang bertengger di posisi nomor 8 orang paling kaya di Indonesia. Dia adalah Marina Budiman.
Marina menurut Forbes memiliki kekayaan USD 4,9 miliar atau sekitar Rp80,8 triliun. Marina Budiman adalah salah satu pendiri dan presiden komisaris perusahaan pusat data DCI Indonesia.
Total kekayaan Marina ini mengalahkan Chairul Tanjung yang tercatat hanya memilik kekayaan USD 4,3 miliar. Selain itu, kekayaan Marina Budiman juga mengalahkan Sukanto Tanoto yang kini memiliki kekayaan US3,3 miliar.
Marina yang saat ini berusia 63 tahun mendirikan DCI pada tahun 2011 bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia.
Marina yang merupakan lulusan Universitas Toronto ini sempat bekerja dengan Sugiri di Bank Bali pada tahun 1985 dan bergabung dengan perusahaan IT Sigma Cipta Caraka pada tahun 1989.
Dia mendirikan Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia, pada tahun 1994. Dia dan para pendiri lainnya menjual saham mereka pada tahun 2023.