Daftar Orang Kaya Dunia Hadir di Pelantikan Donald Trump Jadi Presiden AS
Para orang kaya ini turut merayakan pelantikan Trump, termasuk menghadiri kebaktian di gereja pada pagi hari pelantikan.
Sejumlah miliarder atau orang kaya dunia dari sektor teknologi terlihat menghadiri acara pelantikan Presiden Terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin, 20 Januari 2025 waktu setempat.
Menurut laporan dari BBC pada Selasa (21/1), mereka turut merayakan pelantikan Trump, termasuk menghadiri kebaktian di gereja pada pagi hari pelantikan.
Di antara para miliarder yang hadir, terdapat pendiri Amazon Jeff Bezos, CEO Meta Mark Zuckerberg, Tim Cook dari Apple, dan Sundar Pichai dari Google, yang semua terlihat duduk di kursi utama di Gereja St. John.
Selain itu, taikun media Rupert Murdoch, Presiden FIFA Gianni Infantino, dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga tampak di gereja tersebut.
Banyak dari para eksekutif ini sebelumnya menjadi kritikus Trump selama masa jabatannya, mengangkat isu-isu seperti perubahan iklim dan imigrasi.
Beberapa miliarder teknologi juga terlihat bergabung dengan Trump di rotunda Capitol, termasuk CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk, yang menghabiskan beberapa detik menatap langit-langit yang dihias.
Diberitakan bahwa Musk telah menginvestasikan hampir USD 300 juta atau setara dengan Rp4,8 triliun untuk mendukung kampanye Trump dan telah menjalin kedekatan dengan miliarder tersebut sejak saat itu.
Kepala eksekutif TikTok, Shou Zi Chou, juga diperkirakan akan hadir di pelantikan, mengingat perusahaannya sedang berjuang menghadapi dampak dari larangan yang diberlakukan oleh AS, begitu pula Sam Altman dari OpenAI dan Dara Khosrowshahi dari Uber.
Di sisi lain, salah satu orang terkaya di dunia sekaligus bos LVMH, Bernard Arnault, juga terlihat menghadiri pelantikan Trump bersama istri dan kedua anaknya, yang dikenal sebagai keluarga terkaya di Prancis. Berdasarkan informasi dari Forbes, Arnault memiliki kekayaan bersih sekitar USD 179,6 miliar atau setara dengan Rp 2,9 kuadriliun.
Mukesh Ambani Hadir dalam Pelantikan Donald Trump
Dalam acara tersebut, Mukesh Ambani, yang merupakan orang terkaya di India dengan kekayaan bersih mencapai USD 98,1 miliar, juga terlihat hadir setelah mengikuti kebaktian gereja pra-pelantikan.
Selain itu, Ambani juga menghadiri resepsi pra-pelantikan Trump pada malam Minggu, di mana ia berpose bersama istrinya, Nita, yang dikenal sebagai ketua Reliance Industries.
Di acara itu, posisi duduk Arnault dan Ambani tampak lebih jauh dari Trump jika dibandingkan dengan beberapa miliarder lain yang hadir, di mana beberapa dari mereka memilih untuk duduk lebih dekat dengan panggung.
Hal ini menunjukkan dinamika sosial di antara para pengusaha terkaya dunia dalam momen penting tersebut.
Donald Trump Secara Resmi Dilantik Jadi Presiden Amerika Serikat
Donald Trump secara resmi dilantik sebagai presiden ke-47 Amerika Serikat setelah mengucapkan sumpah jabatan pada hari Senin, 20 Januari 2025, di US Capitol, Washington D.C.
"Saya bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa saya akan menjalankan jabatan Presiden Amerika Serikat dengan setia, dan dengan kemampuan terbaik saya, menjaga, melindungi dan membela Konstitusi Amerika Serikat. Semoga Tuhan menolong saya," ujar Donald Trump saat melaksanakan sumpahnya, yang disiarkan langsung melalui akun Joint Congressional Committee on Inaugural Ceremonies pada tanggal yang sama.
Dengan pelantikannya, Trump menjadi presiden kedua dalam sejarah AS yang menjabat dalam dua periode terpisah, setelah Grover Cleveland. Dia kini menjabat sebagai presiden AS ke-45 dan ke-47.
Harta Kekayaan Donald Trump
Menurut Forbes Real-Times Billionaires List, Donald Trump menempati posisi ke-473 dalam daftar orang terkaya di dunia.
Hingga tanggal 20 Januari, kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai USD 6,7 miliar atau sekitar Rp109,73 triliun, berdasarkan asumsi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang berada di kisaran 16.377.
"Sebagian besar kekayaan Donald Trump ada di sektor real estate, yang telah mengalami kesulitan dalam beberapa tahun terakhir karena suku bunga meningkat, pembeli beralih ke daring dan pekerja kantoran bekerja dari rumah," demikian laporan dari Forbes.
Di samping itu, Trump juga memiliki beberapa aset seperti lapangan golf, rumah mewah, kilang anggur, serta pesawat Boeing 757 tahun 1991 yang dikenal dengan sebutan Trump Force One.
Riwayat Kekayaan Donald Trump
Forbes mencatat bahwa pada tahun 2015, kekayaan bersih Donald Trump tercatat sebesar USD 4,1 miliar, yang meningkat menjadi USD 4,5 miliar pada tahun 2016.
Namun, pada tahun 2017, kekayaannya mengalami penurunan menjadi USD 3,5 miliar. Kekayaan bersihnya terus menurun pada tahun 2018 dan 2019, menjadi USD 3,1 miliar.
Pada tahun 2020, kekayaan bersihnya kembali turun menjadi USD 2,1 miliar. Namun, pada tahun 2021 dan 2022, kekayaan bersihnya meningkat masing-masing menjadi USD 2,4 miliar dan USD 3 miliar.
Laporan Forbes menunjukkan bahwa pada tahun 2023 dan 2024, kekayaan bersih Donald Trump masing-masing turun menjadi USD 2,5 miliar dan USD 2,3 miliar.
Usaha Donald Trump yang Beragam
Donald Trump tidak hanya membahas proyek-proyek besar di berbagai negara, tetapi juga menunjukkan nama serta merek dari kerajaan bisnisnya di setiap benua, kecuali Antartika.
Dalam laporan keuangan yang dirilis pada hari Kamis lalu, tokoh penting dari Partai Republik ini mengungkapkan bahwa ia memiliki sekitar 600 merek dagang yang terdaftar di 87 negara, wilayah, dan organisasi internasional di seluruh dunia, termasuk di antara sekutu dan musuh Amerika Serikat.
Menariknya, negara dengan jumlah merek dagang terbanyak bukanlah Amerika Serikat, tempat ia memimpin selama empat tahun terakhir, melainkan China, negara yang sering menjadi sasaran kritiknya.
Trump dan perusahaannya memiliki 119 merek dagang yang terdaftar di daratan China, ditambah 21 merek lainnya di Hong Kong dan Makau. Sementara itu, di Amerika Serikat, ia hanya memiliki sekitar 56 merek dagang, yang menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan.
Setelah dua raksasa ekonomi dunia tersebut, Trump juga mengungkapkan bahwa ia memiliki jumlah merek dagang terbanyak di Inggris dengan 33 merek, diikuti oleh Uni Emirat Arab dengan 31 merek, Kanada dengan 19 merek, Turki dengan 18 merek, serta Uni Eropa yang mencatat 17 merek.
Selain itu, dia juga memiliki 16 merek di Panama, 13 merek di Republik Dominika, dan 12 merek di Indonesia. Hal ini menunjukkan jangkauan bisnis Trump yang luas di berbagai negara, meskipun beberapa di antaranya merupakan negara yang sering ia kritik dalam konteks hubungan internasional.