Chatib Basri Usai Bertemu Prabowo: Tugas Menteri Keuangan Sangat Gampang
Pada dasarnya hanya berkutat pada tiga opsi utama dalam mengelola fiskal negara, yakni menaikkan penerimaan, memangkas belanja, atau menambah utang.
Menteri Keuangan RI periode 2013-2014 Chatib Basri menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta. Chatib datang berbarengan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.
Chatib mengungkap tugas seorang Menteri Keuangan pada dasarnya hanya berkutat pada tiga opsi utama dalam mengelola fiskal negara, yakni menaikkan penerimaan, memangkas belanja, atau menambah utang.
Pernyataan itu disampaikan Chatib saat menjelaskan ruang gerak pemerintah dalam menghadapi tantangan fiskal di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
"Karena tugas dari Menteri Keuangan itu sebetulnya sangat gampang. Dia hanya punya opsi tiga hal, naikkan, potong, pinjam. Itu hanya tiga itu," kata Chatib dalam Grab Bussiness Forum 2026, Selasa (9/6).
Menurut dia, seluruh kebijakan fiskal pada akhirnya akan bermuara pada tiga instrumen tersebut. Jika pemerintah tidak dapat meningkatkan penerimaan negara, maka belanja harus dikurangi. Sebaliknya, apabila pengurangan belanja tidak memungkinkan, pemerintah harus mencari pembiayaan melalui utang.
"Kalau anda enggak bisa naikkan, maka Anda harus potong. Kalau anda enggak bisa potong, anda harus pinjam. As simple as that," ujarnya.
Namun, Chatib menilai kondisi saat ini membuat ruang untuk menaikkan penerimaan, khususnya dari sisi pajak, menjadi sangat terbatas. Di tengah tekanan ekonomi, kenaikan pajak dinilai berisiko membebani dunia usaha maupun masyarakat.
"Masa di dalam situasi ini tax revenue, tax-nya mesti dinaikkan. Enggak mungkin juga," katanya.
Tambah Utang Tak Ideal
Di sisi lain, opsi menambah utang juga dinilai tidak ideal karena biaya pendanaan sedang tinggi. Menurut Chatib, suku bunga global yang masih relatif tinggi membuat biaya pinjaman pemerintah menjadi lebih mahal.
Karena itu, ia menilai langkah yang paling realistis saat ini adalah melakukan rasionalisasi belanja negara secara selektif.
Cut The Spending
"Siapa yang kalau mau pinjam uang sekarang cost-nya akan jadi sangat mahal. Maka opsi yang paling mungkin itu adalah cut the spending selectively," ujar Chatib.
Ia menambahkan, penyesuaian fiskal perlu dilakukan secara terukur agar pemerintah tetap dapat menjawab berbagai tantangan ekonomi tanpa menambah tekanan terhadap stabilitas fiskal.
"Solusinya hanya bahwa fiskalnya itu kemudian harus di-rationalize untuk men-address isu itu," kata dia.
Reporter Liputan6.com: Immanuel Christian