Bupati Sigi Dorong Percepatan Pemerataan Listrik di Wilayah Terpencil
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae serius mendorong percepatan pemerataan listrik di wilayah terpencil, mengingat masih banyak desa di Kabupaten Sigi yang belum terakses listrik hingga tahun 2026.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemerataan infrastruktur kelistrikan di seluruh wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Pernyataan ini disampaikan pada Minggu (8/3) saat ditemui awak media di Sigi. Upaya ini dilakukan karena masih banyak desa yang belum menikmati akses listrik.
Hingga tahun 2026, sejumlah daerah di Kabupaten Sigi masih belum terjangkau jaringan listrik, menimbulkan kesenjangan akses energi yang signifikan. Kondisi ini mendorong Bupati Sigi untuk mengambil langkah konkret dalam memastikan ketersediaan listrik bagi seluruh warganya.
Pemerataan akses listrik menjadi prioritas utama guna mendukung pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil. Ketersediaan listrik diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal dan mempermudah akses informasi serta pendidikan.
Tantangan Geografis dan Upaya Pendataan Pemerataan Listrik Sigi
Bupati Moh Rizal Intjenae mengakui bahwa belum semua desa di Kabupaten Sigi teraliri listrik secara merata. Tantangan geografis yang sulit menjadi salah satu penghambat utama dalam pemerataan listrik di daerah tersebut. Wilayah seperti Kecamatan Pipikoro dan Marawola Barat disebut sebagai contoh daerah dengan kondisi geografis yang menantang.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Bupati Sigi telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap desa-desa yang belum memiliki akses listrik. Namun, hingga saat ini, data tersebut belum diterima olehnya. Pendataan akurat sangat penting untuk perencanaan dan implementasi program kelistrikan yang efektif.
Pendataan ini diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai kebutuhan listrik di setiap desa, termasuk jumlah rumah tangga dan potensi penggunaan listrik. Dengan data yang lengkap, pemerintah daerah dapat menyusun strategi yang lebih tepat sasaran untuk program elektrifikasi dan pemerataan listrik Sigi.
Dukungan Program Listrik Pemerintah Pusat untuk Sigi
Pemerintah Kabupaten Sigi berupaya memanfaatkan program-program yang digulirkan oleh pemerintah pusat untuk mempercepat pemerataan listrik. Dua program utama yang menjadi harapan adalah program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis. Program ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses listrik secara berkeadilan.
Program-program pemerintah pusat ini secara khusus difokuskan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Kabupaten Sigi di Sulawesi Tengah. Fokus ini diharapkan dapat menjangkau daerah-daerah yang selama ini sulit diakses dan belum tersentuh infrastruktur dasar.
Keberadaan program Lisdes dan BPBL gratis sangat membantu meringankan beban masyarakat di daerah 3T. Melalui program ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mengakses listrik karena kendala biaya pemasangan atau infrastruktur yang belum memadai.
Perkembangan Elektrifikasi di Sulawesi Tengah
Secara keseluruhan, Provinsi Sulawesi Tengah masih menghadapi tantangan dalam pemerataan listrik. Hingga awal tahun 2026, tercatat masih ada 83 desa di Sulawesi Tengah yang belum teraliri listrik. Angka ini menunjukkan bahwa upaya elektrifikasi masih terus dibutuhkan di berbagai pelosok.
Meskipun demikian, beberapa kemajuan telah dicapai. Sebagai contoh, Desa Olu di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, telah berhasil terpasang jaringan listrik pada tahun 2025 melalui program "Berani Menyala" yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
PLN sendiri menargetkan dapat menyelesaikan pembangunan jaringan listrik di 45 desa di Sulawesi Tengah pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 17 desa akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mengatasi tantangan geografis.
Sumber: AntaraNews