Bupati Garut Genjot Potensi Panas Bumi, Targetkan Peningkatan DBH untuk Pembangunan Daerah
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin serius menggarap potensi panas bumi Garut. Upaya ini diharapkan mampu mendongkrak Dana Bagi Hasil (DBH) daerah demi percepatan pembangunan.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan komitmennya untuk memaksimalkan potensi energi panas bumi di wilayahnya. Langkah ini bertujuan meningkatkan Dana Bagi Hasil (DBH) yang krusial bagi pembangunan daerah. Pemanfaatan sumber daya ini diharapkan membawa dampak positif signifikan bagi Garut.
Kabupaten Garut memiliki cadangan panas bumi yang besar di beberapa lokasi strategis seperti Kamojang, Papandayan, dan Karaha. Potensi ini menjadi fokus pemerintah daerah untuk segera direalisasikan. Percepatan pemanfaatan sumur panas bumi menjadi prioritas utama.
Peningkatan DBH dari sektor panas bumi diharapkan dapat mendanai berbagai proyek pembangunan. Hal ini juga akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar area sumur panas bumi. Bupati Syakur aktif berkoordinasi dengan kementerian terkait.
Fokus Bupati Garut pada Pemanfaatan Jangka Pendek
Bupati Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya langkah konkret jangka pendek dalam pemanfaatan panas bumi. Ia berfokus pada apa yang dapat segera dikerjakan pemerintah daerah. Tujuannya agar sumur panas bumi dapat segera beroperasi dan berkontribusi pada pendapatan daerah.
Untuk merealisasikan target ini, Bupati Garut telah melakukan pertemuan dengan jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas strategi percepatan pengembangan. Hasilnya, ada rencana penambahan sumur bor baru di area Kamojang.
Penambahan sumur bor baru di Kamojang diharapkan memiliki kapasitas 55 megawatt. Proyek ini menjadi prioritas karena potensinya yang relatif cepat untuk dieksekusi. Peningkatan kapasitas ini akan langsung berdampak pada peningkatan Transfer ke Daerah (TKD) dan DBH.
Selain Kamojang, Garut juga memiliki potensi jangka panjang di Gunung Papandayan dan Karaha. Meskipun Papandayan memerlukan waktu hingga 10 tahun, Karaha memiliki potensi 20 megawatt. Bupati Syakur memprioritaskan proyek yang memberikan hasil dalam waktu dekat.
Potensi dan Tantangan Peningkatan DBH Garut
Optimalisasi potensi panas bumi menjadi kunci bagi Garut untuk meningkatkan pendapatan daerah. Bupati Syakur menegaskan bahwa keberadaan potensi ini harus memberikan manfaat nyata. Peningkatan DBH adalah tujuan utama dari dorongan pemanfaatan sumur baru.
Saat ini, kontribusi Garut dari panas bumi mencapai lebih dari 500 megawatt. Namun, Bupati Syakur mengungkapkan bahwa DBH untuk Garut pada tahun 2026 hanya Rp56 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp116 miliar.
Penurunan DBH ini menjadi tantangan serius bagi pembangunan daerah. Oleh karena itu, Bupati berharap tidak ada lagi pengurangan DBH di masa depan. Sebaliknya, ia menginginkan adanya peningkatan yang signifikan dari sektor panas bumi.
Peningkatan DBH sangat vital untuk mendanai berbagai program pembangunan di Garut. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemerintah daerah, tetapi juga secara langsung oleh masyarakat. Terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar lokasi proyek panas bumi.
Sumber: AntaraNews