BUMN Indonesia Ekspor Kapal Perang ke Filipina
Pembangunan lambung kapal berhasil diselesaikan hanya dalam waktu enam bulan melalui implementasi Industrial Maritime 4.0 (IM4).
Perusahaan BUMN, PT PAL Indonesia mengekspor kapal perang Future Landing Dock (LD)-603 ke Fillipina. Langkah ini menjadi bukti ketangguhan industri maritim Indonesia.
Direktur Utama PT PAL Indonesia ,Kaharuddin Djenod menyatakan Future Landing Dock (LD)-603 merupakan kapal pertama dari dua unit Landing Dock yang dipesan oleh Philippine Navy
"Peluncuran LD-603 menjadi tonggak penting dalam keberhasilan proyek ekspor strategis PT PAL Indonesia," katanya dikutip dari Antara, Rabu (1/7).
Kaharuddin menjelaskan, pembangunan lambung kapal berhasil diselesaikan hanya dalam waktu enam bulan melalui implementasi Industrial Maritime 4.0 (IM4) yang mengintegrasikan digitalisasi proses produksi, peningkatan efisiensi, serta pengendalian kualitas secara menyeluruh.
Penerapan teknologi ini memungkinkan percepatan proses pembangunan tanpa mengurangi standar kualitas yang dipersyaratkan pelanggan internasional.
Future Landing Dock merupakan generasi terbaru kapal angkut pendarat yang dirancang untuk mendukung berbagai spektrum operasi mulai dari operasi amfibi, pengangkutan personel dan logistik, pengamanan wilayah maritim, hingga misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Relief/HADR).
Setelah peluncuran, kapal akan memasuki tahapan outfitting, harbour acceptance test, dan sea acceptance test sebelum diserahkan kepada Philippine Navy.
Simbol Eratnya Kemitraan Strategis
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan bahwa peluncuran Landing Dock-603 bukan sekadar pencapaian proyek, melainkan simbol eratnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Filipina dalam memperkuat kapabilitas industri pertahanan kawasan.
"Kami berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan dengan menghadirkan produk berkualitas tinggi," ujarnya.
Flag Officer in Command Philippine Navy Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta pun menyampaikan apresiasi atas profesionalisme PT PAL Indonesia dalam memenuhi kebutuhan armada Philippine Navy.
Menurut dia, kapal ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuannya dalam mengangkut personel, peralatan, dan logistik ke seluruh wilayah kepulauan Filipina.
Dukung Operasi Amfibi
Selain itu, kapal ini juga akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mendukung operasi amfibi, operasi keamanan maritim, serta misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina Letnan Jenderal Rommel P. Roldan menambahkan, pengadaan Landing Dock merupakan investasi strategis bagi penguatan kemampuan maritim negaranya
"Setelah diserahkan dan resmi dioperasikan, kapal ini akan meningkatkan kemampuan Angkatan Laut Filipina dalam melaksanakan operasi angkutan laut militer atau sealift, misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, operasi amfibi, serta berbagai operasi strategis lainnya," ujar Roldan.