Bulog Tulungagung Gandeng Polri Perluas Distribusi Beras SPHP, Jaga Stabilitas Harga Pangan
Perum Bulog Cabang Tulungagung berkolaborasi dengan Polres Tulungagung untuk memperluas jangkauan distribusi beras SPHP, memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga di masyarakat.
Perum Bulog Cabang Tulungagung mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya. Kolaborasi ini bertujuan menjaga stabilitas harga beras sekaligus memastikan bantuan pangan menjangkau seluruh masyarakat hingga tingkat desa. Langkah ini diinisiasi untuk mengatasi tantangan distribusi dan aksesibilitas pangan pokok di tingkat desa.
Kerja sama ini melibatkan Polres Tulungagung dalam upaya memperluas jangkauan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyatakan bahwa sinergi ini akan memperkuat Gerakan Pangan Murah (GPM) yang selama ini juga dilaksanakan bersama pemerintah daerah. Ini merupakan bagian dari komitmen Bulog untuk memastikan pasokan beras yang cukup dan harga yang terjangkau.
Melalui jaringan Polres hingga Polsek dan Bhabinkamtibmas, distribusi beras SPHP diharapkan menjadi lebih merata dan tepat sasaran. Inisiatif ini juga bertujuan untuk mempermudah akses warga terhadap beras bersubsidi, terutama di daerah-daerah yang sulit terjangkau. Kolaborasi ini diharapkan memberikan dampak positif signifikan bagi masyarakat Tulungagung.
Memperkuat Sinergi untuk Ketersediaan Pangan
Kolaborasi antara Perum Bulog Cabang Tulungagung dan Polres Tulungagung menandai upaya serius pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan. Sinergi ini tidak hanya terbatas pada kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin dilaksanakan bersama pemerintah daerah. Namun juga melibatkan aparat kepolisian secara aktif dalam proses distribusi beras SPHP.
Yonas Haryadi Kurniawan menjelaskan bahwa pelibatan Polri bertujuan untuk memperluas jangkauan penyaluran beras. Dengan demikian, beras SPHP dapat menjangkau lebih banyak masyarakat hingga ke tingkat desa. Ini adalah respons terhadap kebutuhan akan distribusi yang lebih efisien dan efektif.
Kerja sama ini menekankan pentingnya peran berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga pangan di pasaran. Melalui pendekatan yang terkoordinasi, diharapkan tidak ada lagi daerah yang kesulitan mengakses beras dengan harga terjangkau. Upaya ini mencerminkan komitmen bersama untuk kesejahteraan masyarakat.
Mekanisme Penyaluran Beras SPHP yang Terencana
Mekanisme penyaluran beras SPHP melibatkan proses administrasi yang terstruktur antara Bulog dan Polres Tulungagung. Proses ini diawali dengan pengajuan kebutuhan beras SPHP oleh Polres kepada Bulog melalui sistem purchase order (PO). Ini memastikan bahwa penyaluran dilakukan berdasarkan permintaan yang terukur.
Setelah proses administrasi selesai, beras diambil secara mandiri dari gudang penyedia oleh pihak kepolisian. Selanjutnya, beras didistribusikan secara bertahap melalui Polres maupun Polsek jajaran. Langkah ini menunjukkan efisiensi dalam rantai pasok distribusi.
Personel Bhabinkamtibmas juga memiliki peran krusial dalam pendistribusian ini. Mereka tidak hanya membantu membuka titik penjualan dalam kegiatan GPM, tetapi juga diterjunkan untuk mendistribusikan secara bergerak. Ini memungkinkan beras SPHP mencapai kawasan permukiman warga, terutama di wilayah yang membutuhkan akses lebih dekat terhadap beras bersubsidi.
Ketersediaan dan Harga Terjangkau untuk Masyarakat
Jumlah beras SPHP yang disalurkan oleh Bulog menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Polres Tulungagung umumnya mengajukan sekitar 50 ton beras SPHP dalam satu bulan pelaksanaan GPM. Namun, penyaluran dilakukan secara bertahap untuk menjaga ketersediaan dan efisiensi.
Sebagai contoh, pengambilan awal sekitar 10 ton dilakukan untuk memenuhi kebutuhan selama sepekan pertama. Saat ini, beras SPHP dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram, yang merupakan harga terjangkau bagi masyarakat. Harga ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga.
Bulog berharap sinergi bersama Polri dapat menjaga stabilitas harga beras di pasaran secara berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi ini juga bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap pangan pokok dengan harga yang terjangkau. Yonas Haryadi Kurniawan menegaskan bahwa stok beras SPHP aman dan siap disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sumber: AntaraNews