Bulog Tegal Salurkan 1,6 Juta Liter Minyakita, Jaga Stabilisasi Harga di Tujuh Wilayah
Perum Bulog Tegal telah menyalurkan 1,6 juta liter Minyakita untuk menjaga stabilisasi harga di tujuh wilayah eks-Keresidenan Pekalongan, memastikan pasokan dan harga sesuai HET.
Perum Bulog Tegal mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasaran. Instansi ini telah berhasil menyalurkan jutaan liter Minyakita ke berbagai titik distribusi di wilayah eks-Keresidenan Pekalongan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Bulog untuk memastikan ketersediaan komoditas penting bagi masyarakat.
Sebanyak 1,6 juta liter Minyakita telah didistribusikan oleh Bulog Tegal sejak Januari hingga April 2026. Penyaluran ini dilakukan kepada pasar pencatatan harga, pengecer, Rumah Pangan Kita, serta Koperasi Desa Merah Putih. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengendalikan fluktuasi harga di tingkat konsumen.
Pimpinan Bulog Cabang Tegal Agung Rohman menegaskan bahwa seluruh distribusi Minyakita dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Wilayah penyaluran meliputi Kabupaten Brebes, Kota/Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kota/Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang.
Distribusi Minyakita Menjangkau Pasar Tradisional
Bulog Tegal secara aktif menyasar sejumlah pasar tradisional penting di tujuh wilayah operasionalnya. Ini termasuk Pasar Pagi Kabupaten Batang, Pasar Grogolan Kota Pekalongan, dan Pasar Pagi Pemalang. Kehadiran Minyakita di pasar-pasar ini diharapkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain itu, distribusi juga menjangkau Pasar Pagi Kota Tegal, Pasar Kajen Pekalongan, Pasar Trayeman Kabupaten Tegal, dan Pasar Induk Brebes. Penyaluran dilakukan secara berkala untuk memastikan pasokan Minyakita selalu terjaga. Hal ini penting agar tidak terjadi kelangkaan atau lonjakan harga yang merugikan konsumen.
Agung Rohman menjelaskan bahwa penyaluran Minyakita ini merupakan bagian dari penugasan khusus kepada Bulog. Sekitar 35 persen dari total produksi Minyakita didistribusikan salah satunya melalui Bulog. Penyaluran ini terpisah dari program bantuan pangan lainnya.
Peran Bulog dan Potensi Peningkatan Distribusi
Perum Bulog memiliki peran krusial dalam stabilisasi harga komoditas pangan di Indonesia. Melalui penugasan distribusi Minyakita, Bulog berupaya menjaga agar harga minyak goreng tetap terjangkau oleh masyarakat. Keberadaan Bulog sebagai distributor utama sangat vital dalam rantai pasok.
Saat ini, terdapat rencana untuk meningkatkan persentase penugasan distribusi Minyakita kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Agung Rohman menyebutkan bahwa persentase ini bisa naik dari 35 persen menjadi 50 persen atau bahkan 60 persen. Peningkatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya stabilisasi harga.
Dengan Bulog mendistribusikan sesuai ketentuan harga jual dan harga beli, diharapkan para pedagang juga akan menjual Minyakita sesuai HET. Hal ini krusial untuk mencegah praktik penimbunan atau penjualan di atas harga yang ditetapkan pemerintah, yang dapat merugikan konsumen dan mengganggu stabilitas pasar. Komitmen Bulog adalah menjaga transparansi harga dan memastikan akses yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews