Bulog punya stok 2 juta, pasokan beras dipastikan aman hingga Maret tahun depan
Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri untuk melakukan rapat koordinasi terkait pengendalian harga pangan yang bergejolak dalam beberapa hari terakhir. Menko Darmin mengakui selama 3 hari belakangan memang ada kenaikan harga pangan utamanya pada beras. Ini karena Indonesia mulai memasuki musim kemarau.
Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri untuk melakukan rapat koordinasi terkait pengendalian harga pangan yang bergejolak dalam beberapa hari terakhir. Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Direktur Utama PT BULOG Budi Waseso.
"Tadi itu kita dipanggil Presiden. Ada Menteri BUMN, Mentan dan Menteri Perdagangan. Presiden itu mulai mendetect harga di pasar induk agak naik tinggi 2 hingga 3 hari ini," ujar Menko Darmin usai menghadiri rapat di Kantornya, Jakarta, Jumat (3/8).
Menko Darmin memastikan stok beras di Badan Urusan Logistik (BULOG) cukup memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk untuk melakukan operasi pasar hingga Maret 2019.
"Jadi kita menunjukkan stok di Bulog cukup. Di bulog 1,8 juta yang medium kemudian yang premium 200.000 ton. Hampir 2 juta ton, produksi masih berjalan walaupun masih kecil, jadi akan terus bertambah," jelasnya.
"Sampai akhir tahun dikurangi operasi pasar mungkin kita masih di atas 2 juta ton, sehingga kita mengatakan stok aman sampai dengan musim panen Februari Maret mendatang," sambungnya.
Dia mengakui selama 3 hari belakangan memang ada kenaikan harga pangan utamanya pada beras. Hal ini disebabkan karena Indonesia mulai memasuki musim kemarau sehingga hasil pertanian tidak maksimal.
Baca juga:
Jaga stabilitas harga, Menko Darmin lebih pilih tambah stok beras medium
Usai rakor pangan jelang Lebaran, stok beras terpantau aman namun tidak untuk ayam
3 Gebrakan Budi Waseso pimpin Bulog
Di tangan Budi Waseso, Bulog berani tolak permintaan impor beras
Stok masih penuh, Budi Waseso belum berencana tambah impor beras
Darmin beberkan alasan harga beras masih tinggi
Budi Waseso rapat bahas stok dan harga pangan di Gedung DPR