Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Gebrakan Budi Waseso pimpin Bulog

3 Gebrakan Budi Waseso pimpin Bulog Dirut Bulog Budi Waseso di Monas. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Budi Waseso sudah sekitar satu bulan menjabat direktur utama Badan Urusan Logistik (Bulog). Meski baru seumur jagung, Buwas telah berani mengeluarkan gebrakan-gebrakan baru.

Hal ini sebagai upaya Waseso untuk menstabilkan harga dan stok beras. Berikut gebrakan Budi Waseso selama memimpin Bulog:

Akan berantas mafia beras

mafia beras rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Budi Waseso (Buwas), mengaku telah mengidentifikasi mafia pangan di Tanah Air. Namun, dia belum bisa membeberkan pelakunya saat ini.

Dia mengatakan, Perum Bulog bekerjasama dengan Satgas Pangan untuk memastikan bahwa tidak ada oknum yang usil secara sepihak mempermainkan distribusi beras. Buwas pun memastikan, Perum Bulog akan tetap menindak tegas pihak pengganggu rantai pasokan pangan dan beras itu, sekalipun mereka orang dalam.

Tolak impor

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Budi Waseso mengatakan belum akan kembali melakukan impor beras, karena stok beras di gudang Bulog masih penuh. Menurutnya, meski Bulog mendapatkan penugasan untuk mengimpor beras, namun bukan berarti Bulog harus segera melakukan impor sesuai dengan kuota yang diberikan. "Belum dieksekusi. Wong masih banyak. SPI (Surat Persetujuan Impor) terbit bukan berarti harus dilaksanakan dong. Nanti ditaruh di mana? Gudang saya sudah penuh," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/5).

Menurut dia, yang terpenting saat ini bukan soal impor, melainkan ketersediaan stok dan harga yang stabil.

Berencana kemas beras dalam bentuk saset

beras dalam bentuk saset rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Budi Waseso mempunyai jurus jitu menangkal spekulan beras. Dia berencana membuat beras dalam bentuk saset atau disebutnya sebagai beras renceng. "Saya lagi membuat beras renceng, beras yang dikemas dengan seperempat kilo gitu," kata Waseso di Monas, Jumat (4/5).

Waseso mengatakan beras renceng bakal dikemas demikian rupa. Isinya sedang dipikirkan antara 5 kilogram atau 10 kilogram. "Nanti ke depan akan di warung-warung ada beras isinya hanya seperempat kilo," ungkap dia.

Dengan begitu, masyarakat yang hidupnya pas-pasan tetap bisa menikmati beras dengan kualitas yang baik.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP