Jaga stabilitas harga, Menko Darmin lebih pilih tambah stok beras medium
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan untuk menjaga agar harga tidak naik, dirinya lebih memilih menambah stok beras medium dibandingkan mengubah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Menurutnya, harga beras medium di atas level HET Rp 9.450 disebabkan waktu puncak panen yang tidak serempak, yaitu pada April dan Mei, sehingga tidak ada penumpukan stok secara besar-besaran.
"Beras kita itu panen puncaknya itu April kalau enggak Mei, tapi ternyata puncaknya itu agak menyebar dia. Di Maret ada, di April ada di Mei ada," kata Darmin, di Kantor Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/6).
Dia juga menilai jalan keluar untuk mengendalikan harga beras medium agar tetap berada di level HET adalah menambah stok, dengan memperbesar volume impor beras. Untuk mengendalikan harga beras medium, pemerintah mencukupi kebutuhan masyarakat dengan mengimpor serta menggelontorkan beras tersebut melalui operasi pasar.
Hal tersebut pun telah dilakukan dalam dua tahun terakhir. "Kita dalam situasi begitu kita hanya bisa memengaruhi harga beras ini melalui operasi pasar dari beras yang kita impor," ujarnya.
"Walaupun mungkin masih banyak apa, volumenya belum terlalu besar. Itu yang kita minta volumenya diperbesar sebetulnya sejak dua minggu sebelum lebaran. Hanya itu jalan keluarnya," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya