Stok masih penuh, Budi Waseso belum berencana tambah impor beras

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan belum akan kembali melakukan impor beras, karena stok beras di gudang Bulog masih penuh. Menurutnya, meski Bulog mendapatkan penugasan untuk mengimpor beras, namun bukan berarti Bulog harus segera melakukan impor sesuai dengan kuota yang diberikan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Stok masih penuh, Budi Waseso belum berencana tambah impor beras
Budi Waseso. ©2015 merdeka.com/benny silalahi

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan belum akan kembali melakukan impor beras, karena stok beras di gudang Bulog masih penuh. Menurutnya, meski Bulog mendapatkan penugasan untuk mengimpor beras, namun bukan berarti Bulog harus segera melakukan impor sesuai dengan kuota yang diberikan.

"Belum di eksekusi. Wong masih banyak. SPI (Surat Persetujuan Impor) terbit bukan berarti harus dilaksanakan dong. Nanti ditaruh di mana? Gudang saya sudah penuh," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/5).

Menurut dia, yang terpenting saat ini bukan soal impor, melainkan ketersediaan stok dan harga yang stabil. "Bisa saja kalau toh barang sudah ada, ya disimpan di sana, titip, baru dikirim dari sana kalau butuh. Kalau itu sudah terjadi. Ini belum direalisasi," kata dia.

Budi mengungkapkan, siap hari rata-rata Bulog menyerap lebih dari 11 ribu ton beras. Sedangkan posisi stok beras saat ini mencapai 1,48 juta ton.

"Sudah ada perintah untuk impor, tapi saya belum perlu, ya tidak dipakai. Buat apa? Itu kan boleh dilaksanakan, boleh tidak. Wewenang Bulog, kan kita yang baca. Yang penting ketersediaan stok dan stabil harga. Kita kalau impor juga kan bikin petani resah," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi