Bukan Hanya Resolusi Gambar, Ini 'Strategi 4K' BI Kaltim Redam Inflasi di IKN yang Makin Masif
Bank Indonesia Kalimantan Timur (BI Kaltim) siapkan 'Strategi 4K' untuk antisipasi inflasi di IKN yang dipicu pembangunan masif. Ketahui langkah jitu mereka!
Bank Indonesia Kalimantan Timur (BI Kaltim) telah menggarisbawahi pentingnya sebuah strategi komprehensif untuk menjaga stabilitas ekonomi. Mereka menyoroti penerapan "Strategi 4K" guna mengantisipasi potensi inflasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini diambil mengingat percepatan pembangunan dan proyeksi peningkatan populasi di wilayah tersebut.
Kepala BI Kaltim, Budi Widihartanto, menjelaskan strategi ini saat berada di Batam, Kepulauan Riau, pada Jumat (26/9). Penekanan ini disampaikan dalam acara Peningkatan Kapasitas Wartawan Ekonomi Kaltim. Batam dipilih sebagai lokasi karena pertumbuhan ekonominya yang cepat, menjadikannya referensi relevan.
Strategi 4K mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Inisiatif ini krusial untuk meredam tekanan inflasi yang diperkirakan muncul. Pembangunan IKN yang masif diprediksi akan menarik lebih banyak pekerja dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pembangunan IKN dan Potensi Tekanan Inflasi
Pemerintah telah menetapkan pembangunan tahap selanjutnya di IKN sebagai ibu kota politik, dengan fokus pada pembangunan gedung perkantoran untuk kawasan legislatif dan yudikatif. Proyek ini akan diselesaikan melalui kontrak tahun jamak pada 2025-2028. Anggaran senilai Rp6,2 triliun telah disetujui untuk digunakan pada 2025 dan 2026, dengan kelanjutan pembangunan yang akan ditetapkan kemudian.
Pembangunan yang lebih masif ini tentu akan meningkatkan jumlah pekerja secara signifikan. Selain itu, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan pindah ke IKN juga akan terus bertambah setiap tahun, di luar sekitar 1.200 ASN yang saat ini sudah bertugas di IKN.
Penambahan jumlah pekerja dan ASN ini dipastikan akan berdampak pada tekanan permintaan bahan kebutuhan pokok, sekunder, bahkan tersier. Kondisi ini berpotensi menyebabkan inflasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang menjadi basis kawasan IKN. Oleh karena itu, langkah antisipasi inflasi IKN menjadi sangat mendesak.
Strategi 4K: Pilar Utama Pengendalian Inflasi
Untuk mengantisipasi tekanan inflasi, BI Kaltim menekankan pentingnya "Strategi 4K". Strategi ini meliputi keterjangkauan harga untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, ketersediaan pasokan guna memenuhi kebutuhan yang meningkat, kelancaran distribusi agar barang sampai tepat waktu dan efisien, serta komunikasi efektif kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
Pihak BI Kaltim bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat akan terus menerapkan strategi 4K tersebut. Mereka juga mengintegrasikannya dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) agar inflasi tidak menanjak, meskipun pertumbuhan ekonomi di IKN meningkat pesat.
Langkah konkret lainnya yang dilakukan untuk mengendalikan inflasi IKN adalah melanjutkan distribusi beras SPHP bersama Bulog. Selain itu, BI Kaltim dan TPID secara rutin menggelar pasar murah untuk komoditas pangan bergejolak seperti cabai rawit, cabai merah, dan sayuran. Koordinasi dengan daerah penghasil seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan juga diperkuat untuk memastikan kelancaran distribusi, sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.
Data Inflasi Terkini dan Fokus Penanganan
Pada Agustus 2025, Provinsi Kaltim mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,79 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,54. Data ini menunjukkan perlunya kewaspadaan terhadap pergerakan harga di wilayah tersebut.
Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebesar 2,99 persen, dengan IHK sebesar 108,91. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kota Balikpapan sebesar 1,31 persen dengan IHK sebesar 108,66. Inflasi di PPU terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Fokus penanganan inflasi IKN, khususnya di PPU, adalah pada komoditas pangan. Dengan menerapkan "Strategi 4K" dan langkah-langkah pendukung lainnya, BI Kaltim dan TPID berupaya menjaga stabilitas harga di tengah dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Sumber: AntaraNews