BPS: Ekonomi Indonesia tumbuh 5,02 persen di triwulan III-2016
Ada triwulan III 2016 terjadi peningkatan penjualan mobil secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) mencapai 251.340 unit atau tumbuh 5,08 persen (YoY) atau turun sebesar 5,09 persen (q to q).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2016 sebesar 5,02 persen. Pertumbuhan ekonomi secara kumulatif sampai dengan triwulan III 2016 tumbuh sebesar 5,04 persen.
Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III 2016 berdasarkan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp 2.428,7 triliun dan berdasarkan Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp 3.216,8 triliun.
"Sudah bagus, perlu upaya sisi pertumbuhan ekonomi dan kualitasnya," ujar Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (6/11).
Sementara pertumbuhan ekonomi di beberapa negara yang selama ini menjadi mitra dagang Indonesia masih bervariasi. Seperti ekonomi AS menguat dari 1,3 persen menjadi 1,5 persen.
Kemudian, ekonomi China stagnan di 6,7 persen. Pertumbuhan ekonomi Singapura melambat dari 2,0 persen menjadi 0,6 persen dan ekonomi Korea Selatan juga melambat dari 3,3 persen menjadi 2,7 persen.
Di sisi realisasi belanja pemerintah, APBN-P triwulan III 2016 mencapai Rp 439,73 triliun (pagu dalam tahun 2016 sebesar Rp 2.082,90 triliun), turun dibanding realisasi periode sama tahun lalu mencapai Rp 484,78 triliun (pagu dalam tahun 2015 sebesar Rp 1.984,10 triliun).
BPS juga mencatat bahwa ada pengaruh inflasi sebesar 0,90 persen (q to q). Namun jika dibandingkan dengan September 2015, terjadi inflasi sebesar 3,07 persen (YoY).
Kemudian, pada triwulan III 2016 terjadi peningkatan penjualan mobil secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) mencapai 251.340 unit atau tumbuh 5,08 persen (YoY) atau turun sebesar 5,09 persen (q to q).
Produksi semen pada triwulan III 2016 sebesar 14,81 juta ton, atau naik 5,22 persen (YoY) dan 2,96 persen (q to q). Lalu, jumlah wisatawan mancanegara (wisma) yang datang ke Indonesia selama triwulan III mencapai 3,07 juta kunjungan atau naik 13,36 persen (YoY) dan 14,86 persen (q to q).
Selanjutnya, menguatnya permintaan masyarakat diindikasikan oleh penjualan ritel yang tumbuh 11,89 persen (YoY) di triwulan III 2016, lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu tumbuh 7,19 persen (YoY). Dan pertumbuhan permintaan kredit baru dan penyaluran dana pihak ketiga merupakan pendorong pertumbuhan lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi.
Baca juga:
Ini cara Sri Mulyani kejar pertumbuhan ekonomi 6 persen di 2018
Presiden Jokowi patok pertumbuhan ekonomi bisa 6 persen di 2018
4 Solusi Bank Dunia agar pertumbuhan ekonomi RI tinggi
Penundaan pencairan DAU hambat pertumbuhan ekonomi Banyumas
Penundaan pencairan DAU hambat pertumbuhan ekonomi Banyumas
Raja Bhumibol mangkat, ekonomi Thailand makin melemah