Raja Bhumibol mangkat, ekonomi Thailand makin melemah
Merdeka.com - Raja Thailand Bhumibol Adulyadej telah meninggal dalam usia 88 tahun. Dia dikenal sebagai raja paling lama berkuasa di dunia saat ini, selama 70 tahun setelah menggantikan kakaknya Raja Ananda Mahidol pada 9 Juni 1946.
Para ekonom dunia khawatir bahwa kematiannya bisa membuat ekonomi Thailand semakin melemah. Sebab, pertumbuhan ekonomi negeri Gajah Putih terus melemah seiring dengan memburuknya kondisi sang raja, dan beresiko semakin jauh tertinggal dengan negara lain, salah satunya Vietnam.
"Raja (Bhumibol) yang sangat dihormati itu telah menjadi tokoh pemersatu penting di negeri ini," kata analis di Capital Economics seperti dilansir CNN, Jumat (14/10).
Seminggu ini, pasar saham Thailand turun hingga 5 persen karena memuncaknya kekhawatiran kesehatan raja. Selain itu, mata uang Baht juga melemah hingga 2 persen terhadap dolar Amerika.
Analis Capital Economics menilai, hal ini terjadi akibat adanya ketegangan politik yang belum terselesaikan, antara pekerja pedesaan di Utara Thailand dengan penduduk perkotaan kaya dari Bangkok.
"Intinya adalah sulit untuk menjadi optimis tentang prospek jangka menengah Thailand sampai gambar politik menjadi lebih jelas," kata analis.
Selama 10 tahun terakhir, pertumbuhan investasi rata-rata hanya 3 persen. Angka ini merupakan pertumbuhan paling lambat dari setiap ekonomi utama di Asia tenggara.
Pergolakan politik yang terjadi mengakibatkan investor swasta menarik investasinya dan menghentikan pembangunan infrastruktur. Sementara rakyat Thailand hanya bergantung pada sektor pariwisata yang meningkatkan perekonomian sebesar 10 persen dan membuka 5,4 juta pekerjaan.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya