Bos Pegadaian akui industri keuangan syariah RI berjalan lambat, ini akar masalahnya
Total dana masyarakat yang berhasil dikumpulkan lembaga keuangan syariah baru sekitar Rp 341 triliun dibandingkan total dana masyarakat yang dikumpulkan industri perbankan konvensional sebesar Rp 5.289 triliun.
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Sunarso menyebut bahwa industri keuangan syariah di Indonesia bergerak lambat. Hal ini dapat dilihat dari market share perbankan syariah yang masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total market share perbankan konvensional.
"Perkembangan Islam finance di di Indonesia lambat. Market share perbankan syariah hanya 5,78 persen dari total perbankan nasional. Industri keuangan non bank lebih parah lagi market share-nya sekitar 4 persen," ungkapnya di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (15/5).
Sementara total dana masyarakat yang berhasil dikumpulkan lembaga keuangan syariah baru sekitar Rp 341 triliun dibandingkan total dana masyarakat yang dikumpulkan industri perbankan konvensional sebesar Rp 5.289 triliun.
"Total kredit yang disalurkan perbankan nasional Rp 4.782 triliun. Penyaluran kredit perbankan syariah Rp 291,18 triliun," tegas dia.
Salah satu alasan lambannya pertumbuhan industri keuangan syariah karena masih belum padu dan terintegrasinya peraturan yang dikeluarkan.
"Ada apa dengan Islamic finance di Indonesia. Tidak berkembangnya Islamic finance di Indonesia menurut saya karena terlalu banyak yang mau atur syariah. Terlalu banyak stakeholder yang mau me-regulate masing-masing. Jadi harus jadikan satu. Keluar dari satu pintu," tandasnya.
Baca juga:
IKM syariah didorong manfaatkan teknologi guna tingkatkan daya saing
Pegadaian genjot keterlibatan kaum milenial di industri keuangan syariah
Dorong ekonomi syariah, BI kembangkan peran pesantren dan industri halal
Pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia masuk daftar PSN
Manulife Aset Management & MES sasar 3 daerah kembangkan pasar modal syariah