Bos Pajak ultimatum Google harus bayar tunggakan pajak tahun ini
"Google harus bayar pajak tahun ini. Pokoknya selesai pemeriksaan. Mudah-mudahan dengan adanya penguatan ini (Ditjen Pajak dan TNI) kita sudah sangat bersatu."
Pemerintahan Jokowi-JK masih terus mengejar pajak Google yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 2 triliun dalam lima tahun terakhir. Angka tersebut didapat dari hitungan penerimaan iklan Google yang tembus 5,5 triliun.
Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan negosiasi dengan Google. Mengingat, pemeriksaan untuk mengetahui jumlah tunggakan pajak dari perusahaan raksasa asal Amerika Serikat tersebut masih berjalan.
"Di dalam pemeriksaan itu ada closing, closing itu adalah pernyataan dari kedua belah pihak. Misalnya saya ngoreksi 10, oh tidak saya tidak setuju, intinya ngomong ini hanya delapan ya, silakan," kata Ken di kantornya, Jakarta, Senin (7/11).
Meski masih dalam negosiasi, Ken menegaskan Google tetap harus membayar pajak di tahun ini. Sayangnya, mantan Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak ini enggan membeberkan jumlah pajak yang harus dibayar oleh Google.
Dia berharap, dengan adanya bantuan dari Panglima TNI, kasus penunggakan pajak seperti Google tidak akan terulang di lain waktu.
"Google harus bayar pajak tahun ini. Pokoknya selesai pemeriksaan. Mudah-mudahan dengan adanya penguatan ini (Ditjen Pajak dan TNI) kita sudah sangat bersatu," imbuhnya.
Baca juga:
Menkominfo soal pajak Google: Jangan dipaksa besok harus selesai
Facebook Indonesia: Kami bayar pajak di negara mana pun di dunia
Pungut pajak Google, Indonesia bisa contek Inggris buat aturan baru
Pengamat: Daripada sang artis, tarik dulu pajak instagram Cs
Fakta Google raup Rp 5,5 T tapi nunggak pajak Rp 2 T di Indonesia