Bos BTN targetkan aset perseroan capai Rp 700 T pada 2018
BTN juga bekerja sama dengan ITB untuk pembayaran uang kuliah.
Direktur Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Maryono menjadi dosen tamu di Institut Teknologi Bandung (ITB) hari ini. Dalam kesempatan tersebut, Maryono menargetkan aset BTN dapat mencapai Rp 700 triliun pada 2018.
"Di Bank BTN saya juga membenahi NPL yang saat ini tergolong tinggi. Namun saat ini NPL terus turun dan kinerja BTN semakin meningkat. Pada tahun 2018 kami targetkan aset BTN bisa mencapai Rp 700 triliun," ujar Maryono dalam keterangannya, Rabu (14/9).
Di depan para mahasiswa ITB, dia juga bercerita perjalanan karirnya. Mulai dari Bank Bapindo hingga menjadi bos di salah satu bank BUMN.
"Saat saya diberi amanah menjadi Direktur Utama Bank Century pada saat krisis banyak mendapatkan tantangan antara lain tekanan politik dan ekonomi. Ini sangat berat tetapi saya harus bisa mengatasinya," kata Maryono dalam keterangannya.
Maryono sempat bercita-cita menjadi dokter, namun seiring perjalanan waktu dan nasehat orang tua agar menuntut ilmu setinggi langit akhirnya takdir membawanya menjadi bankir.
Karir menjadi bankir diawali dengan bekerja di Bank Bapindo, setelah itu dia ikut terjun ke dalam Bank Mandiri, kemudian pada saat krisis dia dipercaya dan ditugaskan untuk menjadi Dirut Bank Century dan kemudian pada 2012 diberikan kepercayaan untuk menjadi Dirut Bank BTN.
Pada kesempatan yang sama, BTN juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan ITB mengenai pembayaran uang kuliah secara online. Dengan kerja sama ini mahasiswa ITB bisa melakukan pembayaran uang kuliah secara online real time melalui ATM ataupun phone banking dan transaksi di seluruh kantor layanan BTN.
Baca juga:
LPS turunkan suku bunga penjaminan 50 basis poin ke 6,26 persen
Bos BTN sebut penggabungan ATM bank BUMN hemat Rp 6,8 T
BI proyeksi pertumbuhan kredit perbankan 2017 di 11 persen
Sinergi Bank BUMN, pengadaan satu ATM bisa hemat Rp 75 juta
Menteri Rini: 10.000 ATM milik Bank BUMN akan digabung akhir 2016
BNI beri KUR Rp 500 juta dan 5 traktor di daerah transmigrasi Sumsel
Azam Khan terpilih jadi Country Manager IFC untuk Indonesia