Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos BTN sebut penggabungan ATM bank BUMN hemat Rp 6,8 T

Bos BTN sebut penggabungan ATM bank BUMN hemat Rp 6,8 T Direktur Utama BTN Maryono. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengaku siap menyukseskan Nasional Payment Gateway (NPG) yang akan menjadi wadah bagi sistem pembayaran nasional yang didukung oleh bank-bank milik negara (Himbara). NPG ini nanti akan dikoordinasi oleh sebuah perusahaan principal yang dibentuk oleh Himbara dengan pemegang saham mayoritas Holding BUMN bidang keuangan yang saat ini sedang dalam proses.

"Ini sebuah langkah maju bagi perbankan Indonesia di mana kami bank-bank BUMN menyatukan diri dalam system transaksi secara nasional. Dan ini aka baik bagi bank-bank BUMN karena akan tercipta efisiensi biaya yang sangat besar di samping kepentingan masyarakat untuk mendapatkan layanan lebih baik dapat terjawab dengan kerja sama ini," ujar Direktur Utama BTN Maryono dalam keterangannya, Minggu (11/9).

Maryono menambahkan Himbara sepakat mensinergikan sistem pembayaran untuk meningkatkan efisiensi transaksi perbankan dan kedaulatan sistem pembayaran di indonesia. Dalam hal ini, Himbara mengajak PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk untuk membentuk sebuah perusahaan prinsipal yang akan memfasilitasi proses switching transaksi di antara bank-bank BUMN

"Ini pula sebagai wujud dari sinergi BUMN dan kami bank-bank BUMN bersama Telkom melakukan sinergi dalam pembentukan NPG," tegasnya.

Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa jumlah transaksi kartu debit naik 153 persen dari 138 juta transaksi di tahun 2011 menjadi 349 juta transaksi pada tahun 2015. Jumlah ini diperkirakan akan tumbuh 217 persen menjadi 1,1 miliar transaksi pada 2020.

Adapun, jumlah transaksi kartu kredit pada 2015 mencapai 281 juta transaksi, tumbuh 34 persen dibandingkan tahun 2011 dan diperkirakan akan meningkat 45 persen menjadi 407 juta transaksi pada 2020. NPG akan menciptakan efisiensi di dalam sistem pembayaran nasional. Di samping itu, bank-bank BUMN saat ini sedang bekerjasama untuk mewujudkan sinergi infrastruktur ATM dan EDC. Di tahun 2016, diharapkan 10.000 ATM dan 10.000 EDC bank-bank BUMN sudah beroperasi.

Menurut Maryono, dengan NPG akan terjadi efisiensi yang sangat besar pada bank-bank BUMN. Diperkirakan bank milik negara secara total akan menghemat sekitar Rp 6,8 triliun per tahun dengan adanya NPG ini. Sedangkan, bagi nasabah sinergi dalam pembentukan NPG ini akan menjadikan biaya transaksi ATM yang sangat murah. "Selain peningkatan efisiensi dengan sharing infrastruktur sistem pembayaran, NPG diharapkan dapat meningkatkan kontrol atas transaksi dan mengurangi ketergantungan terhadap Prinsipal asing," kata Maryono.

Pada tahap awal, pembentukan entitas perusahaan yang akan menjadi prinsipal dilakukan oleh Telkom melalui penyertaan modal awal yang bersifat sementara hingga terbentuknya Holding BUMN Keuangan. Selanjutnya, Holding BUMN Keuangan akan menjadi pemegang saham mayoritas dalam perusahaan prinsipal.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP