LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BRI: Acuan penurunan suku bunga bukan hanya dari LPS

Meski begitu, BRI masih belum mengetahui besaran angka suku bunga yang akan diturunkan.

2016-09-16 12:49:53
Bank Rakyat Indonesia
Advertisement

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Asmawi Syam memastikan pihaknya akan menurunkan suku bunga deposito. Hal ini menyusul adanya keputusan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menurunkan bunga penjaminan hingga 50 basis poin (bps).

"Itu kan kait mengait, otomatis kalau semua turun, suku bunga juga akan turun," kata Asmawi di Gedung Kementerian Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/9).

Meski begitu, pihaknya belum mengetahui besaran angka suku bunga yang akan diturunkan. Sebab, masih banyak hal yang harus diperhitungkan agar penurunan suku bunga sesuai dengan kebutuhan perbankannya.

Advertisement

Namun, Asmawi menegaskan besaran angka tersebut tidak harus sama dengan penurunan suku bunga LPS.

"Menurunkan suku bunga kan komponennya bukan hanya LPS. LPS sebagai acuan. Kita harus cari juga data, menghitung cost of fund kita, menghitung juga gimana dana murah, dana mahal, komposisi, dan sebagainya," imbuhnya.

Seperti diketahui, LPS memutuskan untuk menurunkan bunga penjaminan 50 basis poin (bps) pada simpanan Rupiah untuk periode 15 September 2016 hingga 15 Januari 2017. Sedangkan, tingkat bunga untuk simpanan dalam valuta asing tetap.

Advertisement

Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah menegaskan tingkat bunga penjaminan Rupiah saat ini di posisi 6,26 persen, turun dari 6,75 persen. Tingkat bunga penjaminan valuta asing 0,75 persen.

Sementara, tingkat bunga penjaminan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk Rupiah sebesar 8,75 persen. Angka ini juga mengalami penurunan 50 bps dari sebelumnya di 9,25 persen.

"Penurunan yang signifikan sejalan dengan tren penurunan bunga perbankan, kemudian situasi ekonomi secara makro, laju inflasi menurun, dan likuiditas perbankan dan prospek likuiditas hingga akhir tahun ini akan memadai," ujar Halim di Equity Tower, Jakarta, Selasa (13/9).

Baca juga:
LPS turunkan suku bunga penjaminan 50 basis poin ke 6,26 persen
JK dukung 7-Days Repo Rate agar bunga kredit single digit di 2017
Ini alasan bank sentral tak gunakan BI Rate jadi suku bunga acuan
Tinggalkan BI Rate, suku bunga kredit segera turun
Ini cara OJK cegah bank besar tetapkan suku bunga deposito tinggi
Jokowi: Dulu bunga KUR 22 persen, tahun depan turun jadi 7 persen
BI pertahankan suku bunga acuan di posisi 6,5 persen

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.