Bos BEI rayu Menteri Rini bawa perusahaan BUMN melantai di bursa
Anak usaha PT PLN (Persero), PT Indonesia Power (IP) telah resmi menerbitkan sekuritisasi aset Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Danareksa Indonesia Power PLN1-Piutang Usaha (KIK EBA DIPP1) sebesar Rp 4 triliun. Surat berharga tersebut merupakan penjuaan ketenagalistrikan dari PLTU Suralaya 1-4.
Anak usaha PT PLN (Persero), PT Indonesia Power (IP) telah resmi menerbitkan sekuritisasi aset Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Danareksa Indonesia Power PLN1-Piutang Usaha (KIK EBA DIPP1) sebesar Rp 4 triliun. Surat berharga tersebut merupakan penjuaan ketenagalistrikan dari PLTU Suralaya 1-4.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio menyambut baik sekuritisasi tersebut. Dia meminta agar perusahaan BUMN lainnya segera mengikuti jejak PLN mencatatkan saham di pasar modal.
Hal itu disampaikan di hadapan Menteri BUMN, Rini Soemarno yang menghadiri acara peluncuran sekuritisasi aset Indonesia Power di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (20/9).
"Selain dapat keuntungan dalam waktu singkat juga masyarakat menjadi familiar dengan investasi pada sekuritisasi," ujar Tito di kantornya, Rabu (20/9).
Tito mencontohkan, di negara-negara tetangga seperti Singapura, seorang suami menghadiahi istrinya dengan sekuritisasi saham. Jadi aman untuk hadiah yang dibayarkan setiap bulannya.
"Saya percaya masih ada belasan lagi (PLTU), ini baru empat di PLTU Suralaya, dan Bu Rini (Menteri BUMN) masih punya banyak stok lagi. Tapi jangan lupa Bu, go public IPO sahamnya juga dicatatkan," pungkasnya.
Baca juga:
Cerita Presiden Jokowi, pesan nasi padang ke istana pakai ojek online
Sekuritisasi aset, PT Indonesia Power incar Rp 10 T untuk program 35.000 MW
Di ARA 2016, perusahaan diminta promosikan iklim investasi Indonesia
Penjelasan lengkap polemik biaya isi ulang e-money
Bank Jerman rayu Luhut bantu BUMN ambil divestasi saham Freeport
Pemerintah dinilai masih bergantung ekspor komoditas dongkrak ekonomi RI