LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. EKONOMI

BI Perkuat Pengembangan Ekonomi Syariah melalui Wakaf Produktif dan Sertifikasi Halal

Bank Indonesia (BI) serius menggenjot Pengembangan Ekonomi Syariah di daerah, fokus pada wakaf produktif dan percepatan sertifikasi halal. Simak strategi lengkapnya!

Sabtu, 06 Jun 2026 15:01:29
ekonomi syariah
Bank Indonesia (BI) serius menggenjot Pengembangan Ekonomi Syariah di daerah, fokus pada wakaf produktif dan percepatan sertifikasi halal. Simak strategi lengkapnya! (AntaraNews)
Advertisement

Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Strategi ini mencakup penguatan peran pesantren, optimalisasi wakaf produktif, serta pembinaan dan percepatan sertifikasi halal. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menegaskan bahwa ekonomi dan keuangan syariah merupakan pilar penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Inisiatif ini diwujudkan melalui Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) yang digelar di berbagai wilayah Indonesia. FESyar bertujuan mendorong penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Acara ini juga menjadi ruang kolaborasi vital untuk peningkatan kapasitas UMKM serta generasi muda.

FESyar Sumatera 2026 di Palembang menjadi salah satu rangkaian penting menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Melalui kegiatan ini, BI memperkenalkan program unggulan untuk mencapai visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Inovasi Program Unggulan BI untuk Pengembangan Ekonomi Syariah

Dalam FESyar Sumatera 2026, Bank Indonesia memperkenalkan tiga program unggulan untuk mengakselerasi Pengembangan Ekonomi Syariah. Program-program ini dirancang untuk menyasar berbagai aspek penting dalam ekosistem syariah. Fokusnya adalah pada pemberdayaan dan peningkatan daya saing.

Advertisement

Program pertama adalah Pesantren Sejahtera Terakselerasi (Pesat), yang bertujuan memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pesantren diharapkan menjadi garda terdepan dalam pengembangan ekonomi lokal. Ini sejalan dengan potensi besar yang dimiliki institusi pendidikan Islam tersebut.

Selanjutnya, ada Upaya Nasionalisasi Gerakan Wakaf untuk Komoditas Unggulan (Unggul), yang berfokus pada optimalisasi pemanfaatan wakaf produktif. Program ini dirancang untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah secara berkelanjutan. Wakaf produktif diharapkan menjadi instrumen keuangan sosial yang efektif.

Advertisement

Terakhir, program Bina dan Percepat Sertifikasi Halal untuk Pariwisata (Berkah) diarahkan untuk mempercepat sertifikasi halal di sektor pariwisata. Inisiatif ini penting untuk meningkatkan daya saing industri halal Indonesia di kancah global. Sertifikasi halal menjadi kunci bagi pertumbuhan pariwisata syariah.

Visi Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Pengembangan Ekonomi Syariah yang inklusif dan berkelanjutan merupakan strategi utama untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menekankan pentingnya langkah ini. Tujuannya adalah meningkatkan daya saing ekonomi syariah Indonesia secara menyeluruh.

Visi besar Bank Indonesia adalah mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Posisi Indonesia semakin strategis dalam pengembangan sektor ini. Hal ini didukung oleh potensi pasar domestik yang besar serta peningkatan kinerja ekspor.

Pada tahun 2025, sektor rantai pasok halal Indonesia menunjukkan kinerja yang positif dan menjanjikan. Peningkatan ekspor produk makanan dan minuman halal serta fesyen Muslim menjadi indikator utama. Ini menunjukkan bahwa produk halal Indonesia memiliki daya saing di pasar internasional.

Ekonomi syariah juga berperan menjembatani antara produktivitas dan inklusivitas dalam pembangunan nasional. Sektor ini menggabungkan inovasi dengan nilai-nilai luhur. Selain itu, ekonomi syariah juga memastikan pertumbuhan ekonomi sejalan dengan kesejahteraan masyarakat.

Kinerja Positif dan Dukungan Pembiayaan Syariah

Sektor rantai pasok halal Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 6,21 persen secara tahunan (yoy) pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan geliat positif. Ini menandakan bahwa ekosistem halal di Indonesia semakin berkembang.

Pembiayaan syariah juga memberikan kontribusi positif terhadap penguatan Pengembangan Ekonomi Syariah. Pertumbuhan pembiayaan syariah mencapai 10,84 persen (yoy) pada April 2026. Angka ini menunjukkan minat dan kepercayaan masyarakat terhadap produk keuangan syariah.

Yang menarik, pertumbuhan pembiayaan syariah ini diiringi dengan risiko kredit yang rendah. Tercatat, risiko kredit hanya sebesar 2,28 persen (yoy). Ini mengindikasikan stabilitas dan kesehatan sektor keuangan syariah.

Data ini memperkuat argumen bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar. Sektor ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Keberlanjutan dan inklusivitas menjadi ciri khasnya.

Potensi Daerah dan Sinergi Pembangunan Ekonomi Syariah

Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah adalah bagian integral dari agenda pembangunan daerah. Berbagai program strategis terus diperkuat. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap sektor ini.

Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam Pengembangan Ekonomi Syariah, dengan jumlah penduduk Muslim sekitar 7,72 juta jiwa atau 97,22 persen dari total penduduk. Basis pasar syariah yang sangat besar ini menjadi modal utama. Ini membuka peluang luas bagi produk dan layanan syariah.

Potensi ini didukung oleh 670 pondok pesantren, 34 kantor bank umum syariah, dan 15 unit usaha syariah di Sumsel. Selain itu, lebih dari 27 ribu produk telah bersertifikat halal. Infrastruktur dan ekosistem syariah yang kuat telah terbentuk.

Herman Deru juga menyoroti program unggulan daerah seperti "100.000 Sultan Muda" dan "Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Goes to Pesantren". Program-program ini mendorong lahirnya generasi muda dan pesantren yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Sinergi antara BI dan pemerintah daerah sangat penting.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Dorong Keberlanjutan, Industri Kesehatan RI Gencar Pemanfaatan Energi Surya
  • DLH Kalsel Kumpulkan Dua Ton Sampah dalam Aksi Bersih Lingkungan Kalsel Peringati Hari Lingkungan Hidup
  • Mathew Baker Ungkap Peran Penting Kevin Diks dalam Debut Timnas Senior
  • Bulog Sumut Gencarkan Penyaluran Beras SPHP, Jaga Stabilisasi Harga Beras di Pasar
  • Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Soroti Potensi Besar Industri MICE Bali untuk Ekonomi Nasional
  • bank indonesia
  • ekonomi nasional
  • ekonomi syariah
  • fesyar
  • isef
  • keuangan syariah
  • konten ai
  • merdekaantara
  • pesantren
  • sertifikasi halal
  • umkm
  • wakaf produktif
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.