Berorientasi ekspor, UKM perhiasan raup untung dari ambruknya Rupiah
UMKM berorientasi ekspor seperti perhiasan, makan dan minuman paling tahan hadapi ekonomi saat ini.
Perekonomian Indonesia hingga kini masih dilanda kegalauan. Pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan banyak terjadi, serta nilai tukar Rupiah masih terus anjlok hingga melewati level Rp 14.800 per USD.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution melihat sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih mampu bertahan dan mendapatkan keuntungan dari kondisi ekonomi saat ini. Beberapa industri UMKM berorientasi ekspor seperti perhiasan, makan dan minuman yang masih dikelola secara UMKM dan malah meraup untung.
"Begini, anda lihat ekspor kita apa sih yang paling cepat pertumbuhannya 1 tahun 6 bulan terakhir? Yang pertama industri makanan minuman, kedua perhiasan, itu UMKM semua. Gak semua lah ada juga makanan yang besar. Tapi kalau perhiasan maksud saya walaupun tidak memadai sebenarnya pada momen seperti ini UMKM itu banyak yang bisa menikmati keuntungan lebih banyak. Karen apa? Harga yang dia terima dalam Rupiah lebih besar," papar Darmin di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/9).
Sementara untuk UMKM yang tidak berorientasi ekspor, Darmin mengatakan, sangat tergantung pada konsumsi domestik. Di sinilah, lanjut Darmin, peran serapan APBN.
"Kalau yang lokal memang itu tergantung pada pergerakan konsumsi dalam negeri. Dan itu sangat dipengaruhi oleh bagaimana APBN terealisasi, dana desa direalisasi," ucap Darmin.
Diakui bahwa sektor UMKM, baik yang berorientasi ekspor maupun lokal, terpengaruh penurunan ekonomi saat ini. Kuncinya, lanjut Darmin, adalah konsumsi domestik.
"Sebenarnya mereka mungkin sedikit banyak terpengaruh. Tapi outputnya tergantung pengeluaran konsumsi kita. Walaupun dalam situasi Rupiah melemah, permintaan melambat," tutur Darmin.
Baca juga:
Produk UKM berorientasi ekspor bisa daftar hak cipta gratis
Industri kreatif & UKM berorientasi ekspor bisa dapat jaminan kredit
Menko Darmin akui paket kebijakan ekonomi tak langsung cegah PHK
Pemerintah cicil keluarkan paket kebijakan jilid II
Sudah betah di PLN, Chandra Hamzah tolak jabatan komisaris utama BTN