Industri kreatif & UKM berorientasi ekspor bisa dapat jaminan kredit
Merdeka.com - Pelaku sektor UMKM didorong memasarkan produknya ke pasar internasional alias diekspor. Perlu dukungan dari sisi pembiayaan yang selama ini dikeluhkan pelaku UMKM.
Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia sepakat memberikan penjaminan pembiayaan untuk industri kreatif dan UMKMK yang berorientasi ekspor. Cara ini diyakini bakal mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Asippindo Diding S Anwar berjanji, 20 anggota Asippindo siap menjamin kredit lebih dari Rp 100 triliun tahun ini, untuk semua skim pembiayaan atau kredit.
"Melalui penjaminan pembiayaan yang berorientasi ekspor, Asippindo berharap dapat membantu mendorong peningkatan ekspor nasional dan saat ini merupakan momentum tepat untuk melakukannya," kata Diding di Menara Merdeka, Jalan Budi Kemulyaan, Jakarta, Senin (28/9).
Namun ada syaratnya mendapatkan penjaminan atas pembiayaan ini. Untuk ekonomi kreatif, harus punya inovasi dan menyasar pasar internasional. Nanti akan diperkuat dengan perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).
20 anggota Asippindo penjamin UMKMK antara lain:
1. Perum Jamkrindo
2. PT Penjaminan Jamkrindo Syariah
3. PT PKPI
4. PT Jamkrida Jatim
5. PT Jamkrida Bali Mandara
6. PT Jamkrida Jabar
7. PT Jamkrida Sumsel
8. PT Jamkrida Babel
9. PT Jamkrida Sumbar
10. PT Jamkrida NTB Bersaing
11. PT Jamkrida Riau
12. PT Jamkrida Kaltim
13. PT Jamkrida Kalteng
14. PT Jamkrida Kalsel
15. PT Jamkrida Banten
16. PT UAF Jaminan Kredit
17. PT Jamkrida NTT
18. PT Jamkrida Papua
19. PT Jamkrida Jateng
20. PT Jamkrida DKI Jakarta
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya