Bekasi Fajar Industrial Estate sebar dividen Rp 33 miliar
Jumlah dividen yang dibagikan perusahaan tahun 2017 meningkat dibanding 2016 lalu yang hanya Rp 26 miliar. Besaran dividen ditetapkan sebesar Rp 3,43 per lembar saham.
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membagikan dividen Rp 33 miliar atau sekitar 10 persen dari laba bersih perusahaan 2016 yang mencapai 336 miliar. Besaran dividen ditetapkan sebesar Rp 3,43 per lembar saham.
Jumlah dividen yang dibagikan perusahaan tahun 2017 meningkat dibanding 2016 lalu yang hanya Rp 26 miliar.
"Adapun sebesar Rp 26,3 miliar dari laba tahun buku 2016 akan digunakan sebagai cadangan," ucap Direktur Keuangan BEST, Swan Mie Rudi Tanardi di Jakarta, Kamis (8/6).
BEST mencatat pertumbuhan laba sebesar 58,5 persen sepanjang tahun 2016 dari Rp 212 miliar pada 2015. Kenaikan laba BEST ditopang oleh peningkatan penjualan perseroan sekitar 10 persen menjadi Rp 824 miliar pada 2016 dibandingkan Rp687 miliar realisasi pada 2015.
"Untuk tahun 2017, kami menargetkan peningkatan penjualan sekitar 20 persen menjadi Rp 1 triliun. Sementara itu, laba kami proyeksikan tumbuh sebesar 40 persen menjadi antara Rp 400-Rp 500 miliar," tukas Swan Mie.
Presiden Direktur BEST, Yoshihiro Kobi mengatakan, pada tahun 2016 pihaknya membukukan penjualan pemasaran lahan industri sebesar 31 hektar, lebih tinggi dari target yang dipatok manajemen berkisar antara 25-30 hektar. "Untuk tahun 2017, kami menargetkan penjualan pemasaran lahan industri antara 30-40 hektar," terangnya.
Manajemen BEST mengalokasikan dana belanja barang modal sebesar Rp 800 miliar pada 2017. Sekitar 80 persen atau sebesar Rp 640 miliar dari dana itu akan digunakan untuk akuisisi tanah dan infrastruktur. Adapun sisanya antara lain akan dimanfaatkan guna pembangunan proyek perkantoran sebesar Rp 70 miliar, pembangunan hotel Rp 20 miliar.
"Selebihnya untuk kebutuhan lain-lain. Untuk sumber pendanaan, seluruhnya berasal dari kas," papar Yoshihiro.
Baca juga:
Ini ringkasan aturan pengintipan rekening oleh Ditjen Pajak
Akuisisi batal, saham perusahaan 7-Eleven terjun bebas
Sandiaga target OK OCE Stock Center ciptakan jutaan investor lokal
Sambangi gedung bursa efek, Sandiaga ibaratkan pulang kampung
Dua perusahaan sektor keuangan MNC Group tambah modal Rp 1,1 triliun