Dua perusahaan sektor keuangan MNC Group tambah modal Rp 1,1 triliun
Merdeka.com - Dua perusahaan sektor jasa keuangan di bawah bendera MNC Group melakukan penambahan modal sebesar Rp 1,1 triliun di 2017 ini. Penambahan modal dilakukan oleh PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) senilai Rp 600 miliar dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) senilai Rp 500 miliar. Keputusan penambahan modal diambil dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar kemarin.
Direktur Utama MNC Kapital Indonesia, Andrew Andryanto mengatakan, penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) sebesar 7,43 persen dari modal disetor. Nominal private placement senilai Rp 100 per lembar dan sisanya dari penarikan waran.
"Non HMETD total tahun ini Rp 406,6 miliar untuk memperkuat struktur permodalan," ujarnya usai rapat.
Emiten bersandi saham BCAP tersebut juga mendapatkan restu untuk melaksanakan management and employee stock option program (MESOP) sebanyak 140,6 juta saham. Rencana aksi korporasi itu akan dieksekusi pada tahun ini.
Pada saat bersamaan, anak usaha BCAP, yakni MNC Bank juga berencana untuk menambah modal melalui rights issue maksimum Rp 2,5 triliun hingga 2021 agar naik BUKU III. Tahun ini, perseroan mendapatkan restu pemegang saham untuk menggelar rights issue Rp 500 miliar.
Direktur Utama MNC Bank, Benny Purnomo mengatakan, izin penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) diperoleh dalam RUPSLB. MNC Group selaku pemegang saham mayoritas berkomitmen terus memperkuat permodalan perseroan sejak akuisisi hingga 2021.
"Setiap tahun kami akan menambah modal, kalau kami lihat MNC Group masuk ke bank ini kan 2014 itu menambah modal Rp 600 miliar, kemudian di 2015 Rp 400 miliar, tahun lalu Rp 145 miliar, dan tahun ini rencana Rp 500 miliar," ujar Benny.
Menurut dia, penerbitan saham baru tersebut akan dieksekusi pada kuartal III/IV tahun ini setelah mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penambahan modal itu membuat struktur capital perseroan meningkat menjadi Rp2 triliun dari saat ini Rp 1,5 triliun.
Direktur Keuangan MNC Bank, Benny Halim menambahkan, modal inti perseroan saat ini mencapai Rp 1,5 triliun. Rights issue akan dilakukan setiap tahun hingga 2020-2021 sehingga MNC Bank dapat menjadi bank BUKU III dengan modal Rp 5 triliun.
"Jadi kalau misalnya dapat dana right issue sesuai dengan target Rp 500 miliar, maka mencapai sekitar Rp 2 Triliun modal inti kami," imbuhnya.
Dalam laporan keuangan 2016, emiten bersandi saham BABP tersebut mengantongi laba bersih Rp 9,35 miliar sepanjang tahun lalu. Perolehan laba tersebut disetujui akan digunakan untuk memperkuat struktur modal.
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 10,33 miliar dengan penyaluran fungsi intermediasi senilai Rp 7,99 triliun hingga akhir tahun lalu.
Sejalan dengan peningkatan modal di tahun 2016 melalui Right Issue, ekuitas MNC Bank meningkat mencapai Rp 1,86 triliun. Rasio kecukupan modal MNC Bank berada pada posisi 19,54 persen. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan) tercatat sebesar 2,77 persen masih di bawah batas yang ditentukan oleh regulator sebesar 5 persen.
Hingga saat ini, MNC Bank telah memiliki kantor cabang sebanyak 73 kantor dan 93 ATM yang tergabung dalam 49.000 jaringan ATM Bersama di seluruh Indonesia.
"Kami yakin kontinuitas kami dalam melaksanakan agenda transformasi secara menyeluruh akan memberikan dampak positif terhadap pencapaian kinerja MNC Bank baik dari aspek keuangan maupun non-keuangan."
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya