LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BEI Soal Saham Garuda Indonesia: Harus Hati-Hati Lakukan Suspensi

Direktur Penilaian PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Nyoman Gede Yetna menjelaskan, saat ini tugas BEI ialah memantau pergerakan saham Garuda Indonesia ke depan. Kasus polemik klaim pendapatan GIAA pun menjadi alasan pihak bursa getol mengingatkan emiten-emiten lain di pasar modal.

2019-07-01 10:00:08
BEI
Advertisement

Direktur Penilaian PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Nyoman Gede Yetna menjelaskan, ada tiga alasan yang mendasari manajemen bursa tidak melakukan pembekuan saham (suspensi) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

"Kita harus hati-hati dan selektif juga jika ingin melakukan suspensi. Pertama, kalau laporan keuangannya disclaimer sampai 2 kali maka kita akan suspen," tuturnya di Gedung BEI, Senin (1/7).

"Kedua adverse opinion (opini tidak wajar) maka kita akan suspen. Ketiga, ketika going concern perusahaan terganggu, maka kita akan suspen," tambah dia.

Advertisement

Nyoman menjelaskan, saat ini tugas BEI ialah memantau pergerakan saham Garuda Indonesia ke depan. Kasus polemik klaim pendapatan GIAA pun menjadi alasan pihak bursa getol mengingatkan emiten-emiten lain di pasar modal.

"Jadi kami ingatkan, bagi perusahaan-perusahaan yang terlambat laporkan laporan keuangan sampai 3 bulan maka kita akan suspen sementara," jelasnya.

Nyoman melanjutkan, otoritas bursa akan senantiasa mencermati pergerakan saham Garuda Indonesia di pasar modal ke depannya. "Ke depan kita pantau deadline revisi laporan keuangannya. Kalau melebihi batas akan kita lakukan tindakan," tegasnya.

Advertisement

Sebelumnya, Nyoman menuturkan, manajemen BEI hingga kini belum sampai pada keputusan untuk membekukan (suspensi) saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) meski laporan keuangan perusahaan menuai polemik.

"Kami dari Bursa berpendapat belum perlu melakukan suspensi perdagangan saham Perseroan pada saat ini," ujarnya di Jakarta, Jumat (28/6).

Nyoman pun melanjutkan, BEI ke depannya akan terus melihat pergerakan saham Garuda Indonesia untuk mempertimbangkan tindakan selanjutnya. "Selanjutnya, Bursa akan senantiasa memantau pergerakan harga saham dan keterbukaan informasi Perseroan serta melakukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," papar dia.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Fakta-Fakta Kesalahan Laporan Keuangan Garuda Indonesia Hingga Dikenakan Sanksi
OJK: Sanksi Garuda Indonesia untuk Jaga Kepercayaan Masyarakat
Saham Garuda Indonesia Bakal Dibekukan?
BUMN Perintahkan Garuda Indonesia Lakukan Audit Interim dengan KAP Berbeda
OJK Belum Pastikan Laporan Keuangan Garuda Ada Unsur Kesengajaan
Sanksi Pembekuan Izin Akuntan Publik Auditor Garuda Indonesia Berlaku 27 Juli 2019

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.