BEI gandeng KPPU ciptakan persaingan usaha sehat di bursa saham
"Kalau bisnis mau berkesinambungan harus benar-benar menerapkan prinsip persaingan usaha yang benar."
Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menandatangani kerja sama dalam hal pengawasan persaingan usaha antar emiten di lantai bursa.
"Kehadiran KPPU pada hari ini adalah untuk mendorong edukasi kompetisi yang sehat di industri pasar modal. Ini sangat penting karena di BEI sekarang ada 531 emiten yang umumnya adalah perusahaan-perusahaan yang menjadi market leader di sektornya masing-masing. Nah, kalau emiten ini bisa didorong untuk bersaing dengan sehat, akan mendorong perusahaan lainnya ikut berbisnis berkompetisi secara sehat juga," ujar Direktur Utama BEI, Tito Sulistyo, dalam pembukaan perdagangan di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (21/7).
Ketua KPPU, Syarkawi Rauf mengungkapkan, kerja sama ini menjadi isu penting dalan lingkungan emiten. Menurutnya, dengan persaingan usaha yang baik, maka bisnis di lingkungan emiten juga akan terjaga dengan baik.
"Bagi KPPU keinginan kita supaya persaiangan semakin baik. Kenapa ini jadi isu penting di bursa? Kita percaya bisnis development sangat tergantung apakah lingkungan bisnis kompetitif atau tidak," kata dia.
Syarkawi bahkan membandingkan persaingan usaha emiten di Indonesia dengan Jepang. "Kalau kita lihat di Jepang itu no competition no growth. Kalau bisnis mau berkesinambungan harus benar-benar menerapkan prinsip persaingan usaha yang benar. Kalau ini bisa tercapai, keinginan presiden Jokowi untuk menciptakan persaingan yang sehat bisa tercapai dalam 2-3 tahun," pungkasnya.
Baca juga:
Bank milik Hary Tanoe incar dana Rp 531 M dari right issue
Ini kata OJK soal IHSG sempat tembus 5.000
Aksi Dirut BEI pulang jalan kaki penuhi nazar IHSG tembus 5.000
OJK keluarkan 8 aturan soal pasar modal selama semester I 2016
Morgan Stanley: Bursa saham Eropa jatuh hingga 20 persen usai Brexit
9 tahun melantai di bursa, saham MNC naik dari Rp 190 jadi Rp 2.270
Butuh dana investasi, Pelindo I terbitkan surat utang senilai Rp 1 T