Bank Raya Catat Pertumbuhan Kredit Digital Rp8,14 Triliun di Kuartal I 2026
Bank Raya mencatat pertumbuhan kredit digital 29 persen menjadi Rp8,14 triliun pada kuartal I 2026, ditopang ekspansi bisnis digital.
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) memaparkan kinerja kuartal I 2026 sekaligus strategi pengembangan bisnis digital dalam Public Expose Live 2026 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, perseroan akan mengandalkan dua pendekatan, yakni eksploitasi dan eksplorasi, untuk memperluas bisnis digital ke depan.
Strategi eksploitasi difokuskan pada optimalisasi peluang bisnis di dalam ekosistem BRI Group. Sementara strategi eksplorasi diarahkan untuk menjangkau pasar di luar ekosistem tersebut melalui kerja sama dengan berbagai mitra.
“Pertumbuhan ini mencerminkan fokus kami pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas, kami optimis bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan,” ujar Bagus.
Pada tiga bulan pertama 2026, Bank Raya membukukan laba bersih Rp6,79 miliar. Kinerja tersebut didukung pertumbuhan bisnis digital serta peningkatan Net Interest Margin (NIM) dari 4,87 persen menjadi 5,78 persen secara tahunan.
Kredit Digital Jadi Penopang Pertumbuhan
Transformasi digital Bank Raya tercermin dari meningkatnya kontribusi kredit digital terhadap total portofolio pembiayaan.
Hingga akhir Maret 2026, porsi kredit digital mencapai 45,6 persen dari total kredit, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 32,1 persen.
Penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29 persen secara tahunan. Sementara outstanding kredit digital meningkat 33,1 persen menjadi Rp3,14 triliun.
Salah satu produk andalan, Pinang Dana Talangan, mencatat penyaluran kredit Rp7,25 triliun selama kuartal I 2026 atau naik 33,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Outstanding produk tersebut juga melonjak 63 persen menjadi Rp1,15 triliun dan telah dimanfaatkan sekitar 52 ribu Agen BRILink serta Agen Gadai.
Pengguna Digital Terus Bertambah
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Raya mencapai Rp8,44 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan dana murah berupa giro dan tabungan yang naik 30,2 persen menjadi Rp3 triliun.
Tabungan digital atau digital saving menjadi salah satu kontributor utama dengan pertumbuhan 63,9 persen secara tahunan menjadi Rp2,30 triliun.
Menurut perseroan, kenaikan tersebut menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan layanan perbankan digital oleh masyarakat.
Sampai akhir Maret 2026, aplikasi Raya telah digunakan lebih dari satu juta nasabah dengan lebih dari 100 fitur digital. Bank Raya juga menyiapkan sejumlah inovasi baru untuk mendukung pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha, komunitas, keluarga, maupun kebutuhan personal.
“Kami melihat peluang pertumbuhan digital tetap terbuka, namun kami melangkah dengan prinsip kehati-hatian, memastikan setiap ekspansi didukung oleh fundamental yang kuat dan manajemen risiko yang terjaga,” kata Bagus.