LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bank Indonesia prediksi September kembali deflasi

Bank Indonesia memprediksi akan kembali terjadi deflasi di September ini. Hal ini berdasarkan survei bank sentral dalam dua minggu pertama September. Ada faktor-faktor tertentu penyebab deflasi tersebut. Salah satunya adalah turunnya harga beberapa komoditas.

2018-09-21 15:04:51
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia memprediksi akan kembali terjadi deflasi di September ini. Hal ini berdasarkan survei bank sentral dalam dua minggu pertama September.

"Mengenai inflasi, kalau dilihat dari survei pemantauan sampai minggu kedua bulan September diperkirakan September ini masih deflasi minus 0,04 month to month. Kalau secara year on yearnya 3,03 persen ya," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, di kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat (22/9).

Dia menjelaskan, ada faktor-faktor tertentu penyebab deflasi tersebut. Salah satunya adalah turunnya harga beberapa komoditas. "Faktor faktor deflasinya, kecenderungan bahan makanan itu masih menurun (harganya), daging ayam, telur itu masih turun dan beras sudah stabil."

Advertisement

Dengan kondisi tersebut, Perry optimistis target inflasi 2018 akan tercapai di akhir tahun nanti. "Diyakini target inflasi tahun ini 3,5 plus minus satu akan tercapai, kecenderungannya lebih rendah dari titik tengah."

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada Agustus 2018 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen. Angka ini berbanding terbalik dibandingkan Juli 2018 yang mengalami inflasi sebesar 0,28 persen. Namun, deflasi Agustus 2018 tersebut lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu yang mengalami deflasi sebesar 0,22 persen.

Advertisement

Baca juga:
Pengusaha sebut Presiden Jokowi perlu cabut subsidi BBM, ini sebabnya
Menteri Sri Mulyani beberkan indikator suatu negara alami krisis ekonomi
Komisi XI setujui asumsi makro APBN 2019, salah satunya nilai tukar Rp 14.400 per USD
Duterte tuding Trump penyebab inflasi di Filipina
Ini strategi pemerintah Jokowi-JK agar beras agar tak naik
Pelemahan Rupiah belum pengaruhi harga produk di dalam negeri
Kemendag: Deflasi Agustus bukan karena daya beli turun, tapi harga pangan murah

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.