Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini strategi pemerintah Jokowi-JK agar beras agar tak naik

Ini strategi pemerintah Jokowi-JK agar beras agar tak naik Enggartiasto Lukita. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi pengendalian harga pangan. Pengendalian harga ini perlu dilakukan untuk mempertahankan deflasi yang terjadi pada Agustus lalu.

"Ya kita bicara bagaimana mempertahankan supaya ya inflasinya. Kan ini deflasi sudah jadi yang sensitif itu adalah harga beras," ujar Menteri, Perdagangan Enggartiasto Lukita ditemui usar rakor di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/9).

Enggar mengatakan, salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah harga beras. Untuk itu, operasi pasar akan terus dilakukan dalam menjaga harga beras tidak naik atau berada pada target yang ditetapkan.

"Jadi sekali lagi seperti di rakor lalu, kita meminta pada Bulog untuk menyiapkan untuk melakukan operasi pasar. Operasi pasar itu maksudnya bukan hanya Bulog menjual beras di depan pasar. Tapi pedagang beras di pasar itu menjual beras Bulog dengan marjin yang cukup," jelasnya.

Enggar menambahkan hingga kini stok beras di Bulog mencapai 2,2 juta ton. Sebanyak 820.000 ton dari jumlah tersebut berasal dari dalam negeri, sementara sisanya berasal dari impor. "2,2 juta ton (stok). Yang dari dalam negeri 820.000 ton sisanya eks impor," jelasnya.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum BULOG, Tri Wahyudi Saleh mengatakan, hingga kini harga beras sudah mulai perlahan stabil. Dia juga memastikan stok beras cukup hingga Maret 2018 mendatang.

"Engga (harga tidak mengkhawatirkan). Bahkan di beberapa titik sekarang sudah mulai menurun. Lalu kita tetap waspada, Bulog masih diminta untuk operasi pasar. Sampai panen berikutnya masih cukup (stok)," jelasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP