LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bangun jalur listrik bawah laut, Bappenas cari utang ke Jepang

Bappenas minta izin SBY untuk menerima dana pinjaman lunak dari JICA sebesar USD 2,12 miliar.

2014-06-19 14:11:38
Utang
Advertisement

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas, hari ini, Kamis (19/6), di Jakarta menggelar rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung. 

Topik utama pertemuan itu adalah persiapan pembangunan jalur transmisi listrik bawah laut (HVDC) menghubungkan Muara Tambang, Sumatera Selatan dan Banten, di Pulau Jawa. Sambungan ini akan mengalirkan daya listrik sebesar 500 kilovolt (Kv).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan, pihaknya meminta bantuan menko, agar proyek listrik ini dapat lampu hijau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Advertisement

Sejak 2011, transmisi listrik lewat Selat Sunda sepanjang 35 kilometer itu sudah mulai dibangun dengan dana pinjaman lunak asal Jepang. Hingga 2014, tahap 1 dan tahap 2 dari pembangunan HVDC sudah selesai. Rencana utang baru itu akan dijalankan pada pemerintahan baru.

"Pemerintah sekarang dua tahap dulu, nah tahap 3 dan 4 itulah yang kita mintakan izin ke presiden," kata Armida selepas rapat di kemenko perekonomian.

Dana pinjaman lunak membangun sambungan listrik itu disediakan Japan International Cooperation Agency (JICA) total nilainya USD 2,12 miliar. Untuk tahap 1 dan 2, Indonesia sudah berutang USD 1,9 miliar.

Advertisement

Jumlah kekurangan dana untuk meneruskan tahap 3 dan 4 kini sebesar USD 929 juta. Dan itu kembali dimintakan dari JICA.

"Jadi, sejak September 2011, tidak pernah ada lagi list project yang didanai dengan pinjaman luar negeri baru. Jadi kalau ingin ada penambahan, tahap kedua perlu loan luar negeri, itu harus lapor dulu, persetujuan presiden," ungkap Armida.

CT, kata Kepala Bappenas, bersedia memfasilitasi persetujuan pelanjutan proyek itu melalui rapat terbatas di kabinet. Tapi target penyelesaian pembahasan, Armida tidak mengetahui persis.

"Karena perlu persetujuan presiden, pak menko akan melaporkan dalam forum rapat kabinet terbatas terkait infrastruktur. Begitu diputuskan di ratas, ya sudah masuk. Tapi kan bukan saya menentukan jadwal ratas," ungkapnya.

Proyek kabel listrik bawah laut ini, bersama 14 program infrastruktur lain, dikebut Bappenas agar bisa selesai sebelum 10 Oktober 2014.

Kabel listrik bawah laut ini untuk mengatasi kemungkinan krisis listrik di Jawa. Selama ini, Sumatera mengirim batu bara ke pembangkit di Jawa, baru kemudian listrik dikirim balik. Supaya lebih efisien, maka proyek pembangkit kini lebih banyak dikembangkan di Sumatera, kemudian aliran listriknya ikut disalurkan ke Jawa.

Baca juga:
Tiga proyek infrastruktur kereta siap dibiayai sukuk tahun depan
Pemerintah harus beri jaminan pembiayaan Tol Trans Sumatera
Percepatan Palapa Ring di Indonesia Timur butuh USD 69 juta
Program Jokowi, orisinal atau sekedar ganti nama?
Peran Bappenas semakin melempem

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.