Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Percepatan Palapa Ring di Indonesia Timur butuh USD 69 juta

Percepatan Palapa Ring di Indonesia Timur butuh USD 69 juta Perbaikan kabel optik. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Percepatan proyek Palapa Ring di Indonesia Timur, khususnya Maluku Utara dan Papua, sepanjang 2.270 kilometer membutuhkan investasi sekitar USD 69 juta. Ini untuk mengatasi disparitas jaringan pita lebar (broadband) antara Indonesia Barat dan Timur.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P. Santosa saat konferensi pers terkait Connect Expo Comm Indonesia (CECI) dan National Broadband Symposium (NBS) 2014 di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (18/6).

Dia mengungkapkan Palapa Ring adalah proyek pembangunan serat optik sepanjang 8.395 kilometer yang melintasi 51 kabupaten dengan nilai investasi mencapai Rp 2,83 triliun. Saat ini, Palapa Ring tahap pertama sukses menghubungkan Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Sulawesi.

"Salah satu sorotan CECI dan NBS 2014 adalah penerapan broadband. Hal ini sejalan dengan program nasional untuk menerapkan teknologi informasi di berbagai sektor seperti e-procurement, e-health, e-tourism, e-education, dan e-government." kata Setyanto.

"Kesiapan infrastruktur dan teknologi broadband Indonesia sendiri sudah dilakukan melalui pembangunan serat optik Palapa Ring dan pusat data."

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S. Priatna mengatakan percepatan infrastruktur pita lebar menjadi salah satu program utama Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Simposium broadband nasional ini memiliki peran strategis dalam menyosialisasikan pentingnya peranan pita lebar.

"Acara ini akan dihadiri instansi pemerintah pusat dan daerah, penyelenggara telekomunikasi dan penyiaran, vendor, pengamat teknologi informasi dan komunikasi, serta akademisi baik dalam maupun luar negeri."

Alan Solow, Presiden Direktur PT Infrastructure Asia sekaligus penyelenggara pameran mengatakan, perluasan tahap akhir Palapa Ring, koneksi serat optik dari backbone ke institusi swasta dan pemerintah di setiap kabupaten sangat penting untuk Indonesia. Ini memungkinkan Indonesia untuk menuai manfaat dari pita lebar dan mendorong peluang usaha baru seiring dengan kian banyaknya wilayah Indonesia yang sudah terkoneksi dengan internet.

"Perangkat genggam dan aplikasi yang memanfaatkan backbone serat optik dan solusi terbaru akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan meningkatkan sumber daya Indonesia yang paling berharga, yaitu masyarakatnya."

CECI dan NBS 2014 bakal diselenggarakan pada 5-7 November 2014 di Jakarta Convention Center. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP