Bangkalan Genjot Hilirisasi Pertanian, Tingkatkan Nilai Tambah dan Ketahanan Pangan Daerah
Pemerintah Kabupaten Bangkalan serius mengembangkan program hilirisasi pertanian demi meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan para petani di wilayahnya, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kini mulai fokus mengembangkan program hilirisasi. Upaya ini bertujuan untuk menambah nilai ekonomi produk pertanian bagi para petani di wilayah tersebut. Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyatakan bahwa hasil pertanian warga selama ini belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Menurut Lukman Hakim, pengembangan hilirisasi pertanian menjadi langkah strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah dari produk pertanian yang dihasilkan. Dengan demikian, kesejahteraan petani di Bangkalan dapat meningkat secara berkelanjutan.
Program hilirisasi ini mencerminkan komitmen Pemkab Bangkalan dalam memajukan sektor pertanian lokal. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memastikan ketahanan pangan. Peningkatan nilai ekonomi bagi petani menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ini.
Potensi Pertanian Bangkalan yang Melimpah
Kabupaten Bangkalan memiliki potensi pertanian yang sangat besar, khususnya dalam produksi beras. Bupati Lukman Hakim menjelaskan bahwa Bangkalan merupakan kabupaten yang kaya akan hasil beras. Data menunjukkan bahwa produksi beras di Bangkalan pada tahun 2025 mengalami surplus signifikan.
Produksi beras mencapai 205.477 ton, jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang sekitar 96.864 ton per tahun. Surplus sebesar 108.612 ton ini setara dengan ketersediaan pangan untuk 13 bulan ke depan. Ini menegaskan bahwa ketahanan pangan di Kabupaten Bangkalan berada dalam kondisi aman dan sangat mencukupi.
Tren produksi padi di Bangkalan terus menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak tahun 2024. Pada tahun tersebut, luas panen mencapai 49.800 hektare dengan produksi 163.762 ton, menghasilkan surplus 66.928 ton atau setara kebutuhan delapan bulan. Lonjakan ini berlanjut pada tahun 2025, di mana luas panen meningkat menjadi 65.858 hektare dengan total produksi 205.477 ton.
Capaian produksi ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam mendukung ketahanan pangan. Komitmen ini berlaku baik di tingkat daerah maupun nasional. Modernisasi sektor pertanian dan pengembangan hilirisasi pertanian terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen dan kesejahteraan petani.
Strategi Hilirisasi untuk Kesejahteraan Petani Bangkalan
Salah satu target utama hilirisasi pertanian Bangkalan adalah pengembangan industri penggilingan padi. Dengan adanya industri penggilingan padi lokal, diharapkan kebutuhan beras dapat dipenuhi secara mandiri. Ini juga akan mengoptimalkan penyerapan hasil panen dari para petani di Bangkalan.
Keberadaan penggilingan padi lokal akan memastikan bahwa hasil panen petani dapat terserap secara optimal. Selain itu, hal ini juga akan memenuhi kebutuhan beras masyarakat Bangkalan melalui produk beras lokal. Inisiatif ini juga akan mendukung kebutuhan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan.
Pengembangan hilirisasi pertanian diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Proses pengolahan pascapanen akan membuka peluang ekonomi. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif bagi seluruh rantai pasok pertanian di Bangkalan.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan berkomitmen penuh untuk terus mendorong modernisasi sektor pertanian. Langkah ini termasuk adopsi teknologi dan praktik pertanian berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa program hilirisasi pertanian Bangkalan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews