LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Atasi krisis listrik, Kalteng butuh dana Rp 2 T hingga 2021

Dana sebesar Rp 2,02 triliun tersebut untuk pengembangan energi terbarukan (EBT).

2016-07-25 16:44:52
Krisis Listrik
Advertisement

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membutuhkan Rp 2,02 triliun untuk mengatasi krisis listrik yang masih terjadi di provinsi nomor dua terluas di Indonesia ini. Dana sebesar Rp 2,02 triliun tersebut untuk pengembangan energi terbarukan (EBT) dan membangun jaringan distribusi ke seluruh desa-desa terpencil.

"Data yang saya terima, ada sekitar 190.169 rumah tangga di Kalteng ini yang belum dialiri listrik. Setelah dihitung dan dibuat perencanaan, maka Rp 2,02 triliun tersebut dapat membuat semua rumah tangga itu teraliri listrik," ujar Gubernur Kalteng Sugianto Sabran seperti dilansir Antara, Senin (25/7).

Mengejar ketertinggalan rasio elektrifikasi tersebut, pemprov Kalteng terus menggalakkan pengembangan EBT ke desa-desa terpencil yang sulit dibangun jaringan listrik berupa PLTS tersebar, PLTS terpusat, PLTMH dan PLT Bayu.

Advertisement

Sugianto mengatakan pengembangan EBT yang dibangun jaringan listrik tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 951 miliar dan ditargetkan selesai tahun 2021. Sedangkan desa-desa yang dapat dibangun jaringan listrik di Kalteng ini ada 313 desa dengan jumlah RT 59.976 sepanjang 2.378 kms. Untuk membangun jaringan listrik itu dibutuhkan anggaran sekitar Rp 1,07 triliun.

"Data ini lah yang membuat kita menyimpulkan bahwa provinsi ini membutuhkan Rp2,02 triliun mengatasi krisis listrik. Jadi, kita rencanakan pembangunannya akan dimulai secara bertahap mulai tahun 2017 hingga 2021," jelasnya.

Dia mengakui PT PLN sejak tahun 2010 juga telah berupaya mengatasi krisis listrik di Kalteng. Hal itu terlihat dari dibangunnya pembangkit dan jaringan transmisi tegangan tinggi 150 KV mulai dari Muara Teweh melalui Buntok hingga ke Tamiang Layang masuk ke arah Tanjung Provinsi Kalimantan Selatan.

Advertisement

Pembangkit listrik di PLTMG Bangkanai Muara Teweh dengan kapasitas 155 MW sudah selesai. PLTU di Pulang Pisau berkapasitas 2x60 MW yang saat ini unit 1 dengan daya 60 MW sudah komersial dan masuk ke sistem Kalselteng.

"PT PLN juga akan membangun PLTU di Kabupaten Gunung Mas dengan kapasitas 2x100 MW dan ditargetkan 2019 beroperasi. Tidak hanya itu, PLTU di Kobar juga akan dibangun berkapasitas 2x100 MW dan ditargetkan 2021 selesai," pungkasnya.

Baca juga:
Bos PLN akui lebih sering diskusi dengan bawahan Sudirman Said
Bos PLN akui cari keuntungan biar bisa bangun proyek 35.000 MW
Jakarta terancam krisis listrik karena proyek reklamasi
Ini upaya pemerintah agar rakyat perbatasan dapat listrik
Sudirman Said blak-blakan 30 juta rakyat RI belum nikmati listrik
Dikirim ke Papua, Patriot Energi dibekali kemampuan bertahan hidup
Menteri Sudirman: 30 juta rakyat masih masak dengan kayu bakar

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.