Ini upaya pemerintah agar rakyat perbatasan dapat listrik
Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan pemerintah terus mengupayakan mengaliri listrik pada berbagai penjuru Indonesia. Sebab, sampai saat ini rasio elektrifikasi secara nasional belum mampu menyentuh angka 90 persen.
"Butuh upaya jangka pendek, mencukupi secepat-cepatnya, dan juga untuk efisiensi rantai pasok," ujar Sudirman di Jakarta, Selasa (19/7).
Menurutnya, sebagian besar masyarakat pada golongan 'miskin energi' berdomisili di daerah pelosok dan perbatasan. Untuk itu, upaya jangka pendek yang akan dilakukan pemerintah dengan menyediakan pembangkit listrik sederhana pada sejumlah daerah di Indonesia.
Sementara itu, juga dibutuhkan upaya jangka panjang. Setidaknya, terdapat tiga upaya jangka panjang yang akan dilakukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia.
"Pertama adalah fundamental change dari pengelolaan subsidi. Subsidi digeser ke yang sifatnya produktif. Dari sisi energi, membuat subsidi dicabut akhirnya harga energi menjadi lebih efisien," jelasnya.
"Kemudian yang kedua adalah revolusi, dari semula bergantung pada fosil, sekarang kita melompat supaya energi baru dan terbarukan kita mendapat porsi yang cukup banyak," ungkapnya.
Khususnya untuk energi baru dan terbarukan, pemerintah menargetkan akan penggunaan substitusi energi ini akan mulai dapat dilakukan dalam kurun waktu 10 tahun mendatang. Rasio penggunaannya pun mencapai 25 persen.
"Lalu strategi ketiga adalah bagaimana mendorong efisiensi energi. Sesuatu yang selama ini belum disentuh dengan baik," tutup Sudirman.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya