Dikirim ke Papua, Patriot Energi dibekali kemampuan bertahan hidup
Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberlakukan program Patriot Energi, yang merupakan upaya pemerintah dalam meningkatan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan kesejahteraan ditempuh melalui pemberian energi berupa listrik dengan pembangkit baru terbarukan.
Penanggung jawab program Patriot Energi, Tri Mumpuni, mengatakan para pemuda dikirim ke beberapa desa-desa terpencil di Indonesia untuk membantu masyarakat membangun energi di sana. Jika sebelumnya, Hulu Mahakam menjadi daerah tersulit bagi Patriot Energi angkatan pertama, kini Papua menjadi daerah sulit lainnya yang harus dilalui oleh Patriot Energi angkatan kedua.
"Kalau angkatan pertama itu kondisi paling sulit di hulu mahakam yang harus berjalan kaki 4-6 hari ke desa. Sekarang tantangannya ditambah dengan memasukkan Papua yang butuh jalan kaki lebih lama, luar biasa," kata Tri di Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (16/7).
Untuk itu, Kementerian ESDM melakukan berbagai tahapan guna mempersiapkan para pemuda agar bisa menempuh berbagai tantangan dan hambatan dalam menjalankan tugasnya. Seperti pelatihan bertahan hidup (survival) selama dua bulan di Gunung Burangrang dan pelatihan survival air atau pantai.
Berbeda dari angkatan sebelumnya, lanjut Tri, angkatan kali ini diuji kemampuan berenang dengan membawa beban seberat 40 kilogram. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kecelakaan kapal di laut atau sungai, sehingga para pemuda bisa menolong masyarakat.
"Karena tahun lalu ada salah satu patriot kita yang haru terjun ke laut menyelamatkan masyarakat yang tenggelam karena kapalnya terbalik," imbuhnya.
Adapula pelatihan tentang kesadaran diri sendiri agar para patriot bisa mengetahui potensi apa yang dimilikinya, yang bisa dimanfaatkan untuk kebaikan orang lain. Selain itu, para pemuda mendapat pelajaran mengenai energi terbarukan, agar mereka bisa memberikan solusi kepada masyarakat mengenai energi terbarukan yang dibangun oleh Kementerian ESDM.
"Setelah langkah-langkah ini dilakukan, diharapkan para pemuda mampu meraih empat kompetensi, yakni kompetensi keteknisan, kejuangan, kompetensi untuk membangun masyarakat, dan keikhlasan," jelas Tri.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya