Pengusaha nilai paket kebijakan ekonomi masih cacat implementasi
"Ahli konsep banyak, semua optimistis. Yang kurang itu eksekutornya."
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai paket kebijakan ekonomi dikeluarkan pemerintah sudah baik dan menyeluruh. Sayang, kebijakan itu masih cacat implementasi.
"Ahli konsep banyak, semua optimistis. Yang kurang itu eksekutornya. Kadang-kadang kalau ada aturan yang kurang tapi orangnya benar ya tidak masalah. Tapi kalau aturannya bagus tapi orangnya kurang benar ya itu yang jadi masalah," kata Wakil Ketua Umum Aprindo Tutum Rahanta, Jakarta, Rabu (20/1).
Atas dasar itu, dia berharap Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) bisa membantu pemerintah dalam menjalankan paket kebijakan ekonomi.
"Siapapun yang diberi amanah harus menjalankan dengan baik. Mereka yang bantu paket itu bisa betul-betul ikuti irama presiden," katanya.
Hari ini, Presiden Jokowi telah melantik pengurus KEIN. Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir ditunjuk menjadi ketua komite yang pembentukannya didasarkan pada Peraturan Presiden No.8/2016.
Kemudian, Arif Budimanta ditunjuk sebagai wakil ketua dan Putri Wardani sebagai sekretaris.
Selain mereka, KEIN juga memiliki 17 anggota lainnya yang kebanyakan berlatar belakang ekonom dan pengusaha. Diantaranya, Hendri Saparini, Hariyadi Sukamdani, Eddy Sariatmaja, Sudhamek.
Kemudian, Johnny Darmawan, Benny Soetrisno, Mohammad Fadhil Hasan, Benny Pasaribu, Sonny Budi Harsono. Lalu, Aries Muftie, Muhammad Syafii Antonio, M Najikh, Andri BS Sudibyo, Zulhanar Usman, Irfan Wahid, Donny Oskaria, dan Sugiarto Alim.
Baca juga:
Peneliti: Paket kebijakan ekonomi cuma manjakan pengusaha besar
Mengintip efektivitas kebijakan 'obat perlambatan ekonomi' Jokowi
Darmin: 42 ribu aturan mesti disederhanakan
Ini alasan harga solar turun lebih tinggi dibanding premium
Lion Air sambut positif tarif bea masuk komponen pesawat 0 persen