ASDP Pastikan Pelabuhan Indonesia Timur Beroperasi 24 Jam Selama Musim Lebaran
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoptimalkan layanan di wilayah timur dengan memastikan **ASDP Pelabuhan Indonesia Timur Lebaran 24 Jam** beroperasi penuh, demi kelancaran mobilitas dan distribusi logistik masyarakat.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah strategis dengan memastikan seluruh pelabuhan di wilayah timur Indonesia beroperasi penuh selama 24 jam. Kebijakan ini diterapkan sepanjang periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah, baik saat arus mudik maupun arus balik, guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antarpulau agar tetap berjalan optimal.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa peningkatan pergerakan penumpang dan kendaraan di wilayah timur Indonesia direspons dengan kesiapan yang adaptif, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan lapangan. Hal ini menunjukkan komitmen ASDP dalam memberikan layanan terbaik selama masa puncak perjalanan Lebaran.
Langkah operasional 24 jam ini telah terbukti mampu meningkatkan kelancaran arus penumpang dan kendaraan, meminimalkan antrean, serta memberikan fleksibilitas waktu perjalanan bagi masyarakat. Selain itu, kebijakan ini juga berkontribusi pada terjaganya distribusi logistik dan aktivitas ekonomi antarwilayah selama masa libur panjang.
Penguatan Layanan di Wilayah Timur Indonesia
Heru Widodo menjelaskan bahwa wilayah timur memiliki peran strategis dalam menjaga konektivitas nasional, khususnya saat mudik Lebaran. Oleh karena itu, ASDP memastikan tidak hanya kapasitas yang memadai, tetapi juga layanan yang responsif dan selaras dengan dinamika di lapangan. Berbagai upaya peningkatan layanan yang dilakukan ASDP di wilayah cabang timur telah memberikan dampak nyata.
Kesiapan layanan mencakup penguatan operasional, peningkatan kualitas layanan, hingga koordinasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan. Penerapan operasional pelabuhan 24 jam selama periode angkutan Lebaran adalah salah satu bentuk konkret dari upaya tersebut.
Strategi ini tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga representasi kehadiran negara dalam memastikan konektivitas tetap terjaga. Hal ini turut memperkuat integrasi wilayah, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih pasti, aman, dan manusiawi bagi seluruh pengguna jasa.
Optimalisasi Lintasan Strategis dan Data Mobilitas
Penerapan pola operasional 24 jam dilakukan di sejumlah lintasan strategis untuk menunjang kelancaran arus mudik dan balik. Di lintasan Hunimua–Waipirit, layanan penuh diberlakukan pada 17–18 Maret serta saat arus balik pada 28–29 Maret 2026. Langkah ini menjadi kunci dalam menjaga arus penyeberangan tetap tertib, lancar, dan terkendali di tengah lonjakan mobilitas.
Data dari ASDP Cabang Ambon mencatat, sejak H-10 hingga H+2 Lebaran, lebih dari 102 ribu penumpang dan sekitar 25 ribu unit kendaraan telah terlayani di lintasan Hunimua–Waipirit. Layanan ini didukung oleh operasional KMP Terubuk dan KMP Rokatenda, yang mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap optimalisasi layanan ASDP.
Optimalisasi serupa juga dilakukan di lintasan Tampo–Torobulu. Dengan dukungan KMP Nuku, KMP Teluk Cendrawasih II, dan KMP Pulau Rubiah, layanan 24 jam diberlakukan untuk mengakomodasi sekitar 2.987 penumpang pejalan kaki dan 8.075 kendaraan sejak H-7 hingga H+2.
Peningkatan Frekuensi dan Antisipasi Arus Balik
Untuk menjaga kelancaran operasional dan mengantisipasi lonjakan, ASDP juga melakukan pengalihan operasional KMP Bahteramas II dari lintasan perintis Kamaru–Wanci ke lintasan komersial Labuan–Amolengo. General Manager ASDP Cabang Baubau, Sullivan Ramadhana Miraza, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi antisipatif menghadapi arus balik yang diproyeksikan signifikan.
Sullivan menambahkan bahwa KMP Bahteramas II akan tetap dioperasikan di lintasan Labuan–Amolengo hingga H+5 Lebaran sebelum kembali ke lintasan awalnya. Ini menunjukkan kesiapan ASDP dalam merespons kebutuhan lapangan secara dinamis.
Selain itu, pada lintasan Bastiong–Rum di Ternate, frekuensi layanan ditingkatkan dari tiga menjadi empat trip per hari. Peningkatan frekuensi juga dilakukan pada lintasan Bastiong–Sofifi hingga 60 persen, melayani total 1.747 penumpang pejalan kaki dan sekitar 823 unit kendaraan selama periode mudik.
Sumber: AntaraNews